Akhir Kisah Empat Begal Motor Ngurah Rai Bersenjata Parang

Siswanto, Bagus Santosa

Selasa, 03 Maret 2015 | 17:57 WIB
Akhir Kisah Empat Begal Motor Ngurah Rai Bersenjata Parang
Ilustrasi narapidana dalam penjara. (Shutterstock)

Suara.com - Emen, begitu dia dipanggil. Lelaki bernama asli Rival Efendi (22) ini sangat disegani oleh rekan-rekannya. Dialah orang yang memimpin aksi begal di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu yang lalu.

Emen bersama komplotannya sebelum ditangkap polisi, tinggal di kawasan Gang Bona, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Di kontrakan itulah, mereka merencanakan aksi kejahatan.

Emen terendus polisi berkat cerita seorang preman yang ditangkap petugas Polisi Resort Metro Jakarta Timur dalam razia besar-besaran pekan lalu.

Preman tersebut bercerita kalau sepeda motor Honda C70 hasil aksi begal di Jalan I Gusti Ngurah Rai, 2 Februari 2015 lalu berada di kontrakan Emen.

Berangkat dari informasi itu, polisi pun bergerak ke kontrakan yang ditunjukkan preman tadi. Benar saja, ketika polisi tiba, terlihat barang bukti sepeda motor.

Menyadari polisi datang, Emen hendak kabur. Tapi, ia terjungkal setelah kaki kanannya ditembak petugas. Tiga rekan Emen pun berhasil disergap. Mereka adalah Riswan Isbandi alias Ompong (21), Aldi Yulian alias Tompel (18), dan Richard Nur Fadli Putra (17).

Keempat lelaki itu kemudian diseret ke Polsek Duren Sawit dan sekarang ditahan di sel Polres Jakarta Timur.

Kepada polisi, mereka mengaku sudah tiga kali melakukan aksi kejahatan.

Dalam beraksi, mereka mengaku menggunakan dua hingga empat sepeda motor. Senjata tajam selalu mereka bawa untuk mengancam mangsa.

"Dia biasanya mencari jalan yang jalannya lurus, lebar dan panjang. Supaya gampang kaburnya," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Resort Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi Sri Bhayakari kepada suara.com, Selasa (3/3/2015).

Peran Emen tiap kali beraksi adalah mengancam mangsa dengan sebilah parang. Sementara anak buahnya berperan memepet sepeda motor korban.

"Mereka memang biasanya mengincar korban dulu dari jauh. Biasanya yang sendirian dan laju motornya pelan. Ketika sasaran ditemukan, mereka baru beraksi," tambah Sri.

Sayangnya suara.com tidak bisa wawancara langsung Emen dan komplotan. Ketika datang ke polres, suara.com hanya diperkenankan melihat mereka dari kejauhan.

Selama ini, Emen sudah tiga kali beraksi. Ia dan komplotannya tidak membawa bendera geng apapun.

"Mereka tidak tergabung dalam tim apapun, cuma teman nongkrong biasa, dan mereka adalah pemain baru," kata Sri.

Kini, polisi sedang memproses perkara komplotan begal tersebut.

Begal, kata Sri, merupakan framing baru untuk aksi kejahatan dengan cara mengambil alih sepeda motor orang lain secara paksa. Sebelumnya, aksi ini dikenal sebagai pencurian dengan kekerasan atau dalam bahasa polisi, curas.

Sri mengimbau anggota masyarakat agar jangan melakukan perjalanan dengan sepeda motor sendirian di malam hari agar tidak memancing begal.

Sri menambahkan begal biasanya tidak berani beraksi sendirian, mereka selalu berkomplot. Bila merasa curiga diikuti komplotan begal, sebaiknya segera berhenti di tempat yang ramai.

Apabila terjebak di tengah komplotan, Sri menganjurkan lebih baik mengutamakan keselamatan dengan tidak melawan bila memang dirasa tidak memungkinan. Tapi, jangan lupa hafal ciri-ciri pelaku agar nanti bisa dilacak polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Alasan Anak Ikut Jadi Begal Motor

Lima Alasan Anak Ikut Jadi Begal Motor

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 16:54 WIB

Polda Metro akan Selidiki Warga yang Bakar Begal Motor

Polda Metro akan Selidiki Warga yang Bakar Begal Motor

News | Senin, 02 Maret 2015 | 12:49 WIB

Pospol: Warga Kapuk Digorok, Pelakunya sudah Diamankan

Pospol: Warga Kapuk Digorok, Pelakunya sudah Diamankan

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 19:09 WIB

Terkini

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

×