Isu Dana Siluman di APBD Jakarta Pengaruhi Nilai Rupiah

Siswanto

Rabu, 04 Maret 2015 | 18:01 WIB
Isu Dana Siluman di APBD Jakarta Pengaruhi Nilai Rupiah
Sidang paripurna DPRD DKI Jakarta (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Salah satu pemicu melemahnya rupiah terhadap dolar AS hingga hampir Rp13 ribu ditengarai karena kisruh yang terjadi di Jakarta, antara Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan DPRD DKI Jakarta tentang dana siluman di APBD 2015.

"Jangan sampai ada kekhawatiran di sisi politik, misalnya masalah di Jakarta, tentang perseteruan yang semestinya tidak harus ada. Ini kan ibu kota negara, bagaimanapun bisa menjadi pemicu untuk daerah-daerah lain tentunya," kata Ketua Badan Anggaran DPR RI, Ahmadi Noor Supit, di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/3/2015).

Ia melanjutkan dengan adanya masalah di Jakarta, maka akan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat atau orang untuk menyimpan uang di Jakarta.

"Itu salah satu yang mencuat, itu memicu orang, para spekulan berpikir jangan-jangan tidak aman nih barang karena konstelasi berubah dan tidak selesai. Kalau begitu, spekulasi untuk menyimpan rupiah jadi salah satu opsi selamatkan diri ke depan. Itu salah satu penyebab," kata Supit.

Selain itu, penyebab lainnya adalah situasi politik yang belum stabil dan perseteruan KPK-Polri.

"Kemudian situasi parpol yang nampaknya belum terlalu stabil, itu juga salah satu faktor pemicu, saya kuatirnya begitu. Situasi politik belum terlalu menjanjikan, ini juga harus diwaspadai. Oleh karena itu, sedapat mungkin pemerintah dapat meredam situasi ini," kata dia.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada Presiden untuk mengambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

"Sebetulnya sikap presiden yang cepat mengatasi beras, mestinya bisa meredam. Artinya situasi-situasi mengakibatkan pergolakan harga, inflasi, seperti itu harus cepat diatasi. Secara psikologis kehadiran presiden mendrive penurunan harga, itu sangat bagus untuk situasi masyarakat, tapi juga mestinya presiden juga melakukan di bidang politik. Kalau presiden punya sikap, misalnya turun tangan soal Jakarta, KPK, soal parpol, bila itu dilakukan presiden, itu bisa meredam melemahnya rupiah," kata politisi Golkar itu.

"Situasi ekonomi sangat bergantung pada situasi politik. Kalau situasi politik bisa teredam, saya yakin, dolar tidak menguat," ia menambahkan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Temui Mendagri

Ahok Temui Mendagri

Foto | Rabu, 04 Maret 2015 | 17:43 WIB

Dituduh Lulung Suap DPRD, Sekda DKI: Aku Rapopo

Dituduh Lulung Suap DPRD, Sekda DKI: Aku Rapopo

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 17:25 WIB

Kantor Pemenang Tender UPS Rp5,9 M Ternyata Cuma Rumah

Kantor Pemenang Tender UPS Rp5,9 M Ternyata Cuma Rumah

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 17:16 WIB

Ahok: Di Republik Ini Belum Ada yang Berani Lawan Semua Partai

Ahok: Di Republik Ini Belum Ada yang Berani Lawan Semua Partai

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 16:51 WIB

Refly Harun: "Satuan Tiga" APBD adalah Kewenangan Eksekutif

Refly Harun: "Satuan Tiga" APBD adalah Kewenangan Eksekutif

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 17:01 WIB

Terkini

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:43 WIB

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 20:32 WIB

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:28 WIB

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

×