DPRD Kritik e-Budgeting dan Sebut APBD Pemprov DKI Siluman

Ardi Mandiri, Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 07 Maret 2015 | 15:11 WIB
DPRD Kritik e-Budgeting dan Sebut APBD Pemprov DKI Siluman
Mediasi Ahok dan DPRD

Suara.com - Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi, menilai sistem e-budgeting yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bermasalah. Sistem tersebut dinilai tidak sempurna untuk menyusun anggaran daerah.

Bahkan, kata Sanusi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga pernah mengkritik e-Budgeting pada 2014 lalu. Kala itu, BPK menyampaikan kalau e-Budgeting tidak mampu menyesuaikan penganggaran.

"Contoh kecil masalahnya adalah output dari sistem tersebut berbentuk format PDF, yang kemudian akan dibawa oleh eksekutif untuk dibahas bersama badan anggaran dengan legislatif. Tapi, logikanya kalau itu sudah di-lock, kenapa minta dibahas oleh dewan," kata Sanusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2015).

"Harusnya, mata anggaran baru diinput ke e-budgeting setelah eksekutif dan legislatif mencapai kata sepakat. Ingat, dewan berdasarkan undang-undang memiliki fungsi budgeting dalam lingkup mengawasi dan mengesahkan penyusunan anggaran yang dilakukan eksekutif," ujarnya.

Diklaim Sah
Pada kesempatan itu, Sanusi menegaskan bahwa APBD yang disusun oleh DPRD adalah dokumen sah. Apalagi, anggaran dalam dokumen itu diusulkan oleh SKPD Pemprov DKI dan telah dibahas pula oleh Banggar DPRD.

"Ini artinya, saat dokumen yang dikirimkan ke Kemendagri itu bukan hasil pembahasan, maka besaran APBD sebesar Rp73,08 triliun yang dikirimkan sendiri oleh Ahok itulah yang merupakan anggaran siluman," jelas Sanusi.

Sebab, kata dia, dokumen APBD versi Pemprov DKI merupakan usulan SKPD yang disetujui oleh Gubernur DKI tanpa melalui pembahasan di Banggar DPRD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Haji Lulung Akan Berhenti dari Dunia Politik?

Haji Lulung Akan Berhenti dari Dunia Politik?

News | Sabtu, 07 Maret 2015 | 13:46 WIB

Ngetop di Twitter, Lulung: Ini Hadiah dari Allah

Ngetop di Twitter, Lulung: Ini Hadiah dari Allah

News | Sabtu, 07 Maret 2015 | 12:49 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×