Bocah Tewas Usai Santap Lolipop Bersalut Racun Tikus

Ruben Setiawan

Kamis, 12 Maret 2015 | 06:34 WIB
Bocah Tewas Usai Santap Lolipop Bersalut Racun Tikus
Ilustrasi anak makan permen lolipop. (Shutterstock)

Suara.com - Malang benar nasib bocah enam tahun asal Desa Liuzhuang, Provinsi Shandong, Cina ini. Si bocah tewas mengenaskan setelah menyantap sebuah permen bersalut racun tikus.

Awalnya, Xiao Li si bocah, menemukan sebuah permen lolipop tergeletak di halaman depan rumahnya. Bocah polos itupun memungut lolipop itu, membuka bungkusnya, dan langsung mengemutnya.

Kemudian, dia langsung pergi bermain petak umpet bersama rekan-rekannya. Tiba-tiba, baru sebentar bermain, Xiao Li ambruk dan tak sadarkan diri.

Teman-teman Xiao Li langsung berlari mencari pertolongan. Mereka mendapatkan sang ayah, Jin Hsueh (45) dan memberitahukan tentang apa yang menimpa Xiao Li.

Dengan tergopoh-gopoh, sang ayah mendekati Xiao Li. Ia menemukan putranya dalam keadaan mengenaskan. Darah mengalir keluar dari mata, telinga, hidung, dan mulut.

"Mereka berkata Li berbaring di balik semak-semak ketika bersembunyi dalam permainan petak umpet," ujar sang ayah.

"Ketika saya tiba di sana ia sesak nafas dan saya menyadari sesuatu yang buruk telah terjadi," lanjut Hsueh.

Li lalu dilarikan ke Rumah Sakit Jining Affiliated Medical School. Paramedis mengatakan, Li berada dalam keadaan kritis.

"Organ dalamnya rusak karena racun," kata seorang juru bicara rumah sakit.

Dokter berupaya keras menyelamatkan nyawanya. Namun malang, dua hari kemudian, Li menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari haril tes, diketahui bahwa permen yang dimakan Xiao Li sudah dibubuhi TETS, racun mematikan yang biasa ditemukan dalam racun tikus. Racun ini sudah tidak lagi digunakan di seluruh dunia sejak tahun 1984, namun masih dijual di pasar gelap Cina.

Saat ini, polisi mencurigai seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga Li sebagai pelaku insiden ini.

"Kami telah memeriksa lokasi di mana lolipop ini pertama kali diambil dari halaman keluarga Li dan kami menemukan beberapa lolipop lainnya," kata juru bicara polisi.

"Satu-satunya alasan lolipop-lolipop itu ada di situ adalah jika ada seseorang yang masuk halaman dan meletakkannya, karena tempat itu jauh jaraknya dari jalanan," sambung si juru bicara.

"Jika permen itu dilemparkan lewat tembok, tentu akan rusak," katanya.

"Kami sedang mencari tahu siapa yang memiliki motif kejahatan ini dan apa alasannya," tutup si juru bicara. (Mirror)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan

Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:16 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?

News | Senin, 05 Januari 2026 | 13:02 WIB

Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Kembali Terjadi, BGN Janji Benahi Sistem Pengawasan

Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Kembali Terjadi, BGN Janji Benahi Sistem Pengawasan

News | Kamis, 13 November 2025 | 09:43 WIB

Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Total 345 Orang

Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Total 345 Orang

Foto | Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:41 WIB

Misteri Keracunan 1.315 Siswa Terpecahkan: BGN Temukan Kadar Nitrit Hampir 4 Kali Lipat Batas Aman

Misteri Keracunan 1.315 Siswa Terpecahkan: BGN Temukan Kadar Nitrit Hampir 4 Kali Lipat Batas Aman

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 19:56 WIB

4 Virus dan Bakteri yang Bisa Picu Keracunan Makanan, Apa Saja?

4 Virus dan Bakteri yang Bisa Picu Keracunan Makanan, Apa Saja?

Tekno | Selasa, 30 September 2025 | 19:44 WIB

Puluhan Siswa SDN 01 Gedong Pasar Rebo Keracunan MBG, Mi Goreng Pucat dan Bau Diduga Jadi Pemicu

Puluhan Siswa SDN 01 Gedong Pasar Rebo Keracunan MBG, Mi Goreng Pucat dan Bau Diduga Jadi Pemicu

News | Selasa, 30 September 2025 | 15:50 WIB

Ada 4.711 Kasus Keracunan MBG, Dasco Minta Aparat Ikut Investigasi

Ada 4.711 Kasus Keracunan MBG, Dasco Minta Aparat Ikut Investigasi

News | Jum'at, 26 September 2025 | 16:52 WIB

7 Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan, Waspada Situasi Daruratnya

7 Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan, Waspada Situasi Daruratnya

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 18:06 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×