Pengamat: WNI yang Jadi Pejuang ISIS Digaji Rp150 Juta

Doddy Rosadi

Selasa, 17 Maret 2015 | 07:57 WIB
Pengamat: WNI yang Jadi Pejuang ISIS Digaji Rp150 Juta
Salah satu video propaganda ISIS yang menggunakan bahasa isyarat. (Youtube)

Suara.com - Pengamat teroris Mardigu mengungkapkan, ada sekitar 500 Warga Negara Indonesia yang sudah bergabung dengan Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kata dia, 300 di antaranya adalah pelajar dan TKI yang sudah sejak lama berada di Timur Tengah.

Mardigu mengatakan, ISIS memberikan iming-iming yang besar bagi warga negara asing yang mau menjadi anggota mereka. Salah satunya adalah gaji dalam jumlah besar.

“Dari data yang kami unya, pejuang ISIS itu menerima gaji Rp150 juta per tahun. Sedangkan mereka yang bersedia hijrah dan tinggal di wilayah ISIS akan menerima gaji Rp12 juta per bulan. Iming-iming inilah yang membuat banyak warga negara asing termasuk dari Eropa Barat yang bersedia bergabung dengan ISIS,” kata Mardigu kepada suara.com melalui sambungan telepon, Selasa (17/3/2015).

Mardigu menambahkan, ISIS merupakan kelompok yang sudah mapan secara finansial. Mereka diyakini memiliki 30 kilanh minyak yang menghasilkan 60 ribu barel minyak mentah per hari.

Kata dia, jumlah aset yang dimiliki ISIS sudah mencapai Rp35 triliun. Selain itu, ISIS juga sudah mempunyai wilayah sendiri yaitu Mosul dan punya sistem pemerintahan sendiri. Inilah yang membuat kelompok radikal itu berbeda dengan kelompok radikal lain yang sudah lebih dulu ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bantu Perangi ISIS, Bosnia Sumbang 550 Ton Senjata

Bantu Perangi ISIS, Bosnia Sumbang 550 Ton Senjata

News | Senin, 16 Maret 2015 | 21:57 WIB

Takut Perang, Anggota ISIS Menyamar Jadi Perempuan

Takut Perang, Anggota ISIS Menyamar Jadi Perempuan

News | Selasa, 17 Maret 2015 | 06:23 WIB

Terkini

KPK Pamerkan Barang Bukti Rp17,5 Miliar dari Kasus Silmy Karim, Ada Kripto hingga Emas

KPK Pamerkan Barang Bukti Rp17,5 Miliar dari Kasus Silmy Karim, Ada Kripto hingga Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:19 WIB

Naik Jabatan, Kepala BGN Nanik S Dayeng Fokus Efisiensi Anggaran MBG

Naik Jabatan, Kepala BGN Nanik S Dayeng Fokus Efisiensi Anggaran MBG

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:07 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB

BGN Akan Benahi Dapur MBG, Satu Kecamatan Ditargetkan Cukup Dilayani Enam SPPG

BGN Akan Benahi Dapur MBG, Satu Kecamatan Ditargetkan Cukup Dilayani Enam SPPG

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:02 WIB

Kasus Korupsi MBG, Begini Nasib Motor Listrik Hasil Mark Up dan SPPG yang Terafiliasi Dadan Cs

Kasus Korupsi MBG, Begini Nasib Motor Listrik Hasil Mark Up dan SPPG yang Terafiliasi Dadan Cs

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:58 WIB

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:48 WIB

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:47 WIB

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:36 WIB

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:26 WIB