Isu Akan jadi Kepala BIN, As'ad Said Ali: Amanah Wajib Diterima

Arsito Hidayatullah, Erick Tanjung

Senin, 23 Maret 2015 | 09:48 WIB
Isu Akan jadi Kepala BIN, As'ad Said Ali: Amanah Wajib Diterima
Jajaran pimpinan TNI/Polri dan Badan Intelijen Negara saat menjelang pelantikan Jokowi di MPR, Jakarta, Kamis (16/10/2014). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Inegara (BIN), As'ad Said Ali, menyatakan siap menjabat Kepala BIN jika ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua Umum PBNU ini optimistis bisa memanggu jabatan tersebut, karena telah berpengalaman bekerja di bidang intelijen.

"Saya NU (Nahdlatul Ulama). Itu kan jadi amanah dan tidak boleh ditolak. Jadi‎ ya, wajib," kata As'ad Said Ali, di Jakarta, Senin (23/3/2015).

‎Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan bahwa Kepala BIN harus memenuhi enam kriteria pejabat publik yang bersih dari indikasi pelanggaran HAM, untuk membangun BIN yang profesional dan kredibel.

"Khusus Kepala BIN, Komnas HAM meminta kandidat harus benar-benar bersih dari indikasi pelanggaran HAM, dan sesuai dengan enam kriteria pejabat publik yang kami paparkan sejak Agustus lalu," ungkap Komisioner Komnas HAM, Sandra Moniaga, di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (24/2) lalu.

Sandra menuturkan, kriteria yang pertama adalah menghargai pluralisme dan kebhinnekaan bangsa, agar pejabat itu dapat mengambil kebijakan yang tidak condong pada kelompok tertentu dan dapat membangun kedamaian hidup bersama.

Kriteria kedua, membawa Indonesia berpengaruh ke dunia internasional dengan memanfaatkan kekuatan dan posisi tawar yang dimiliki. Selanjutnya kriteria ketiga, memiliki kompetensi dan keahlian pada bidang masing-masing untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya.

Kriteria keempat, ujar Sandra, berwawasan kebangsaan dan kemanusiaan, serta terbebas dari pengaruh dan dominasi partai politik agar independensinya terjaga selama menjalankan tugas.

Kelima, tidak pernah terindikasi melakukan pelanggaran HAM karena hal tersebut menunjukkan kepeduliannya dalam penegakan HAM selama menjadi pemimpin. Sementara kriteria terakhir, berkemampuan dan berkomitmen menjalankan HAM.

Menurut Sandra, jika Kepala BIN memiliki enam kriteria tersebut, dirinya percaya sosok tersebut dapat menunjukkan kinerja yang didasari konstitusi dan UUD 1945. Makanya lebih jauh, dia juga meminta Presiden dan Wapres menunjukkan komitmennya memprioritaskan penghormatan HAM, dengan memilih Kepala BIN yang bersih sesuai enam kriteria tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjianto mengatakan bahwa Presiden Jokowi masih mempertimbangkan sejumlah nama untuk mengisi posisi Kepala BIN, dan belum mengetahui kapan akan diumumkan. Empat nama disebut-sebut bakal menempati jabatan itu, yakni mantan Wamenhan Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi, serta mantan Kepala Bais TNI Marsdya TNI (Purn) Ian Santoso Perdanakusuma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pergantian Kepala BIN Jangan Picu Gerakan #SaveBIN

Pergantian Kepala BIN Jangan Picu Gerakan #SaveBIN

News | Jum'at, 27 Februari 2015 | 19:11 WIB

Lukman Edy: Biarkan Jokowi Pilih Kepala BIN Sendiri

Lukman Edy: Biarkan Jokowi Pilih Kepala BIN Sendiri

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 13:25 WIB

6 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Kepala BIN

6 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Kepala BIN

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 05:46 WIB

Terkini

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:15 WIB

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

News | Kamis, 03 September 2026 | 22:02 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 21:55 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 21:53 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:52 WIB

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:50 WIB

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 21:47 WIB

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 21:45 WIB

×