Sebut Mega Tak Pantas Jadi Ketum PDIP, Hasil Survei Diprotes

Laban Laisila, Bagus Santosa

Senin, 23 Maret 2015 | 13:37 WIB
Sebut Mega Tak Pantas Jadi Ketum PDIP, Hasil Survei Diprotes
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri rayakan HUT PDI Perjuangan ke 42 di kantor DPP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan memprotes hasil survei Poltracking yang menyebut trah Sukarno tidak direkomendasikan memimpin PDI Perjuangan, termasuk Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris PDI Perjuangan Bambang Wuryanto menilai, survei tersebut tidak tepat lantaran bukan meminta pendapat dari para anggota tetapi dari para pakar.

"Siapa yang pantas jadi ketum tanyalah anggota PDIP bukan publik atau pakar. Itu nggak fair. Nggak profesional. Kalau kepingin melihat siapa yang pantas jadi ketum maka yang ditanya harus anggota," kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto, di DPR, Jakarta, Senin (23/3/2015).

Di tempat yang sama, politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, tidak perlu ada spekulasi tentang calon ketua umum yang tepat untuk PDI Perjuangan. Sebab, dalam kongres, arah pemilihan Megawati menjadi Ketum sudah terang.

"Mayoritas semuanya mencalonkan Ibu Mega menjadi Ketua Umum dan semuanya sudah minta beliau maju lagi. Maka kongres nanti memberikan legitimasi untuk Ibu Mega jadi ketum lagi. Karena yang lalu menang di pilpres maka orang ngga perlu berspekulasi kalau ketumnya adalah Ibu Mega," kata Pramono.

Terpisah, Ketua DPP PDI Perjuangan TB Hasanuddin malah mencurigai survei ini sebagai survei pesanan untuk memecah belah Kongres PDI Perjuangan yang akan diselenggarakan bulan depan.

"Saya mencurigai survei ini adalah survei pesanan untuk memecah belah kader PDI P menjelang kongresnya bulan depan," kata dia.

Pemilihan Ketua Umum, sambungnya, juga sudah dikonsolidasikan sejak jauh. Mulai dari para ketua anak ranting, ketua ranting (tingkat desa ), ketua PAC, DPC, DPD dijaring dan dimulai dari usulan yang paling bawah.

Hasanuddin menambahkan, setiap kader boleh mengusulkan calon pemimpinnya dan sampai saat ini ibu Megawati telah diusulkan kembali menjadi Ketua Umum masa bakti 2015/2020.

"Ini diajukan kembali oleh setiap kader mulai dari tingkat ranting, PAC, DPC dan DPD seluruh Indonesia, secara aklamasi. Melalui munascab , konfercab dan konferda. Jadi survei itu aneh , tendensius dan bermuatan politik adu domba. Tapi saya yakin kader PDIP tak akan terpancing," tegas Hasanuddin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasto Indikasikan Megawati Kembali Jadi Ketum PDIP

Hasto Indikasikan Megawati Kembali Jadi Ketum PDIP

News | Senin, 23 Maret 2015 | 01:46 WIB

Keturunan Soekarno Paling Tak Direkomendasikan Pimpin PDIP

Keturunan Soekarno Paling Tak Direkomendasikan Pimpin PDIP

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 14:18 WIB

Survei: Jokowi Paling Potensial Jadi Calon Ketua Umum PDIP

Survei: Jokowi Paling Potensial Jadi Calon Ketua Umum PDIP

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 14:04 WIB

Jelang Kongres PDI Perjuangan Siapkan Jabatan Waketum

Jelang Kongres PDI Perjuangan Siapkan Jabatan Waketum

News | Rabu, 18 Maret 2015 | 13:06 WIB

Terkini

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 17:49 WIB

Profil Ahrie Sonta Nasution, Pernah Jadi Tangan Kanan Listyo Sigit hingga Ajudan Presiden Prabowo

Profil Ahrie Sonta Nasution, Pernah Jadi Tangan Kanan Listyo Sigit hingga Ajudan Presiden Prabowo

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:48 WIB

Tiga Kali Kirim Ganja ke Jakarta, Kurir Asal Sumut Raup Upah Rp1 Juta per Kg

Tiga Kali Kirim Ganja ke Jakarta, Kurir Asal Sumut Raup Upah Rp1 Juta per Kg

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:48 WIB

Salam Tiga Jari Menggema, Simbol Perlawanan yang Menyimpan Pesan Besar

Salam Tiga Jari Menggema, Simbol Perlawanan yang Menyimpan Pesan Besar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 17:45 WIB

Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 17:42 WIB

×