Jelang Kongres PDI Perjuangan Siapkan Jabatan Waketum

Laban Laisila | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 18 Maret 2015 | 13:06 WIB
Jelang Kongres PDI Perjuangan Siapkan Jabatan Waketum
Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan Megawati Soekarnoputri. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengungkapkan, bakal menyediakan jabatan wakil ketua umum PDI Perjuangan untuk kepengurusan PDI Perjuangan periode berikutnya.

Pembahasan jabatan itu akan dibahas dalam Kongres PDI Perjuangan, 9-12 April di Bali.

"Struktur partai akan diputuskan dalam Kongres sehingga tim yang mempersiapkan materi akan mengacu pada struktur yang mampu menjawab tantangan partai ke depan. Komisi AD/ART yang akan bahas hal itu," kata Hasto dihubungi, Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Hasto mengatakan, jabatan itu nantinya akan dilihat dari kebutuhannya. Sebab, Hasto mengatakan, struktur DPP harus solid dan jumlahnya tidak besar karena mementingkan kemampuan partai dalam mengelola tiga aspek strategis partai. Yaitu, bagaimana wajah partai dalam bentuk struktural,  kedua wajah partai ketika di tengah rakyat dan ketiga wajah partai dalam mengelola pemerintahan.

"Jadi, dalam kongres itu nanti finalisasi struktur kepengurusan akan dilakukan," ujarnya.

Siapa nama yang disiapkan untuk jabatan itu? Hasto mengatakan, kepengurusan nanti akan mengacu pada struktur kepengurusan saat ini.

"Jadi pembahasannya mengacu pada struktur saat ini," paparnya.

Sejauh ini, Hasto menceritakan Kongres PDI Perjuangan sudah masa persiapan. Seluruh tahapan kongres, kata Hasto sudah dijalankan dengan baik, termasuk persiapan secara teknis yang sudah tidak ada persoalan di lapangan, hingga dari aspek persidangan, pembukaan dan utusan juga sudah dilakukan persiapan baik.

Hasto menambahkan, Kongres ini diawali dengan kosolidasi dari bawah, dari tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi, serta dilanjutkan di tingkat nasional untuk dibawa ke Kongres nanti.

"Proses konsolidasi dari bawah ini kami dibantu dari himpunan ahli psikologi Indonesia yang membantu assessment dengan melihat aspek loyalitas, kepemimpinan ketrampilan manajemen dan kemampuan kerja sama," kata dia.

"Partai juga melakukan tes internal terkait pemahaman organisasi, fungsi parpol. Dan ditargetkan pada tanggal 20 Maret seluruh konsolidasi dinyatakan selesai sehingga praktis persiapan-persiapan hanya tinggal teknis termasuk materi sudah finalisasi," kata Hasto yang menyatakan calon ketua umum terkuat dalam Kongres ini adalah Megawati Soekarnoputri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usut Pelanggaran Etik Ketua KPK, Komisi III DPR Akan Bentuk Panja

Usut Pelanggaran Etik Ketua KPK, Komisi III DPR Akan Bentuk Panja

News | Senin, 16 Februari 2015 | 18:18 WIB

Soal Pertemuan Samad-PDIP, Tjahjo Akan Bicara Apa Adanya di DPR

Soal Pertemuan Samad-PDIP, Tjahjo Akan Bicara Apa Adanya di DPR

News | Senin, 16 Februari 2015 | 08:52 WIB

Hari Ini, Komisi III Panggil Tjahjo, Hendro dan Feriyana Lim

Hari Ini, Komisi III Panggil Tjahjo, Hendro dan Feriyana Lim

News | Senin, 16 Februari 2015 | 08:22 WIB

Ini Alasan Abraham Samad Ngebet Jadi Wapres Versi Hasto

Ini Alasan Abraham Samad Ngebet Jadi Wapres Versi Hasto

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 23:27 WIB

Terkini

Lebanon Pilih Negosiasi dengan Israel, Presiden Joseph Aoun Ungkap 3 Tujuan Utama

Lebanon Pilih Negosiasi dengan Israel, Presiden Joseph Aoun Ungkap 3 Tujuan Utama

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:52 WIB

Kejam! Suami di India Masukkan Benda ke Rahim Istri, Korban Kritis di Rumah Sakit

Kejam! Suami di India Masukkan Benda ke Rahim Istri, Korban Kritis di Rumah Sakit

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:50 WIB

Penembakan Massal di Piramida Teotihuacan, Turis Kanada Tewas Mengenaskan

Penembakan Massal di Piramida Teotihuacan, Turis Kanada Tewas Mengenaskan

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:43 WIB

Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi

Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:29 WIB

Tunjuk Suhud Alynudin, Fraksi PKS Jelaskan Alasan Pergantian Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta

Tunjuk Suhud Alynudin, Fraksi PKS Jelaskan Alasan Pergantian Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:27 WIB

KPK: 25 Persen Kasus Korupsi Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa

KPK: 25 Persen Kasus Korupsi Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:24 WIB

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:20 WIB

UU PPRT Sah Setelah 22 Tahun, PKB: Jangan Sampai Jadi Macan Kertas!

UU PPRT Sah Setelah 22 Tahun, PKB: Jangan Sampai Jadi Macan Kertas!

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:19 WIB

Detik-detik Penangkapan Komplotan Curanmor di Cikupa: Senpi Rakitan dan Peluru Tajam Disita

Detik-detik Penangkapan Komplotan Curanmor di Cikupa: Senpi Rakitan dan Peluru Tajam Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:18 WIB

KPK Bongkar Modus Fraud di Pasar Modal: dari Manipulasi Saham hingga Penyalahgunaan Dana Nasabah

KPK Bongkar Modus Fraud di Pasar Modal: dari Manipulasi Saham hingga Penyalahgunaan Dana Nasabah

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:15 WIB