PPATK Temukan Kelompok ISIS Tanah Air Merambah Bisnis Kimia

Arsito Hidayatullah | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2015 | 11:05 WIB
PPATK Temukan Kelompok ISIS Tanah Air Merambah Bisnis Kimia
Diskusi mengantisipasi penyebaran ajaran ISIS, tahun 2014 lalu. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso mengungkapkan, ada aliran dana dari luar negeri masuk ke rekening kelompok teroris pendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia. Dana itu disinyalir digunakan untuk pembiayaan kegiatan terorisme.

"Kami temukan ada dukungan pembiayaan kegiatan terorisme dari pihak Australia kepada jaringan (kelompok ekstrem) di Indonesia," kata Agus di Jakarta, Selasa (24/3/2015).

‎Namun, Agus tidak mau menyebutkan nominal transaksi keuangan itu secara detail. Data-data aliran dana itu menurutnya telah disampaikan kepada penegak hukum, dalam hal ini Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, untuk diselidiki lebih dalam.

"(Dana) Tidak sampai jutaan dolar. Saya tak bisa sebutkan angkanya," ujarnya.

Dalam melacak transaksi keuangan kelompok teroris itu, PPATK menurutnya, bekerja sama dengan lembaga pelaporan transaksi keuangan ‎Australia. Ke depan, kata Agus lagi, PPATK akan menjalin kerja sama dengan lembaga pengawas transaksi keuangan Australia dalam mengawasi aliran dana kelompok ISIS.

‎"Bulan Oktober nanti kami akan kerja sama meningkatkan awareness terkait ISIS dan perkembangan teroris di kawasan. Kami akan undang PPATK dari Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura dan Australia," terangnya.

‎Selain itu, lanjut Agus, diketahui ada transaksi kelompok ekstrem di Indonesia yang mencapai jumlah miliaran rupiah. Mereka menurutnya sudah merambah dunia bisnis.

"Kalau perkembangan Indonesia yang lokal, ada aliran dana cukup besar yaitu mencapai Rp7 miliar. Jaringan itu sudah masuk ke bisnis, jualan herbal, jual buku. Bahkan yang berbahaya itu kami tengarai masuk ke usaha kimia," ungkapnya.

Bisnis usaha kimia itu, menurut Agus pula, diduga guna pembiayaan membuat bom. Namun, Agus masih merahasiakan jaringan ekstrem baru pendukung ISIS tersebut.

‎"Iya (untuk membuat bom)," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ISIS Ancam Bom Pesawat Tujuan Sampit

ISIS Ancam Bom Pesawat Tujuan Sampit

News | Selasa, 24 Maret 2015 | 00:12 WIB

Terkini

Beli Hewan Kurban di Depok Dilayani SPG ala Pramugari, Pembelinya Ada yang dari Luar Negeri

Beli Hewan Kurban di Depok Dilayani SPG ala Pramugari, Pembelinya Ada yang dari Luar Negeri

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:06 WIB

Tentara Israel Siksa WNI Aktivis Global Sumud Flotilla

Tentara Israel Siksa WNI Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:01 WIB

Pistol Ditembakkan Dua Kali, Putri Ahmad Bahar Ungkap Malam Mencekam di Markas GRIB Jaya

Pistol Ditembakkan Dua Kali, Putri Ahmad Bahar Ungkap Malam Mencekam di Markas GRIB Jaya

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:58 WIB

Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:56 WIB

Delegasi Global Sumud Flotilla Dibebaskan dari Penjara Israel, Kini Dipulangkan ke Turki

Delegasi Global Sumud Flotilla Dibebaskan dari Penjara Israel, Kini Dipulangkan ke Turki

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:49 WIB

Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel

Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:45 WIB

Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah

Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34 WIB