Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB
Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat
Koordinator Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Univeristas Indonesia, Hafidz Haernanda, menyampaikan kerisauan terhadap tuntutan reformasi 1999 di hadapan massa Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
  • Massa Aksi Kamisan ke-908 memperingati 28 tahun reformasi di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).
  • Ketua Front Mahasiswa Nasional menuntut pencabutan UU TNI serta pembubaran Komando Batalion Pembangunan Teritorial oleh pemerintah saat ini.
  • Para aktivis menyatakan reformasi telah mati dan mendesak masyarakat untuk kembali bangkit melawan rezim yang dianggap represif.

Suara.com - Di bawah sengatan terik matahari depan Istana Merdeka, konsistensi itu belum luntur. Kamis (21/5/2026), massa Aksi Kamisan kembali berdiri tegak untuk edisi ke-908 kalinya.

Kali ini, mereka membawa pesan besar: "28 Tahun Reformasi: Menguatnya Militerisasi Matinya Demokrasi dan Munculnya Krisis Ekonomi."

Tepat pukul 15.40 WIB, orasi demi orasi mulai membelah udara. Aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya merawat ingatan atas perjuangan berdarah mahasiswa dan rakyat Indonesia hampir tiga dekade silam.

Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN), Simpati Dimas Rafii, naik ke podium rakyat. Dalam orasinya, ia memotret kemiripan kelam antara kondisi hari ini dengan situasi 28 tahun lalu.

Dimas menekankan pentingnya membangkitkan kesadaran rakyat melalui pendidikan politik yang independen.

Ia pun melontarkan peringatan keras kepada penguasa.

"Jika rezim Prabowo terus-menerus menghisap rakyat, ia harus tahu konsekuensi logis bahwa dia akan dijauhkan oleh rakyat," tegasnya di hadapan massa.

Selain refleksi politik, FMN membawa tuntutan spesifik: mendesak pencabutan UU Nomor 34 tentang TNI dan pembubaran Komando Batalion Pembangunan Teritorial yang dinilai mengancam ruang sipil.

Suasana kian memanas di pengujung orasi. Dimas meneriakkan nama sang presiden, "Prabowo Subianto!", yang langsung disambut dengan pekikan kompak massa aksi: "Rezim Anti Rakyat!".

Seruan itu bergema hingga tiga kali, menutup aksi dengan pesan perlawanan yang benderang.

Koordinator Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Univeristas Indonesia, Hafidz Haernanda, menyampaikan kerisauan terhadap tuntutan reformasi 1999 di hadapan massa Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM Univeristas Indonesia, Hafidz Haernanda, menyampaikan kerisauan terhadap tuntutan reformasi 1999 di hadapan massa Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)

Reformasi jalan di tempat

Sementara itu, Koordinator Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Univeristas Indonesia, Hafidz Haernanda, menegaskan era saat ini sangat kejam dan penuh represivitas.

28 tahun reformasi berjalan di tempat. Ketika reformasi berjalan tempat, ada rezim yang lebih jahat untuk membunuh reformasi.

Pemerintah saat ini kata dia, membunuh reformasi dengan membanggakan program-program yang justru menghancurkan ekonomi.

"Sayangnya, reformasi sudah mati. Dan ketika reformasi sudah mati, tidak ada pilihan lain selain kita sebagai rakyat membangunkannya kembali lagi," tegasnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:34 WIB

Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati

Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:44 WIB

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:40 WIB

Pidato di DPR RI, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Tak Bermimpi Hidup Kaya

Pidato di DPR RI, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Tak Bermimpi Hidup Kaya

Video | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:01 WIB

Terkini

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34 WIB

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:18 WIB

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:48 WIB

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:43 WIB

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:34 WIB