Polisi Tembak Mati Begal di Bogor

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2015 | 06:13 WIB
Polisi Tembak Mati Begal di Bogor
Ilustrasi begal. (Youtube/Liveleak)

Suara.com - Anggota Kepolisian Sektor Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat menembak seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang mencoba lari saat penangkapan dilakukan oleh petugas.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Cristian Budhiono, Kamis (26/3/2015) Tmengatakan pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, setelah dilumpuhkan dengan timah panas yang mengenai tubuhnya.

"Pelaku mencoba lari dari kejaran petugas, sebelumnya pelaku juga sempat menyerang anggota dengan pisau sangkur yang dimilikinya dan melukai satu anggota, hingga akhirnya diberikan tembakan peringatan," kata Kompol Cristian di Mapolres Bogor Kota, Kamis.

Kompol Cristian menyebutkan pelaku bernama Eko Cahyono (25) alias Duda merupakan target penangkapan yang sudah menjadi DPO sejak melakukan pencurian kendaraan bermotor di Pasar Anyar pada bulan Januari lalu.

Petugas menangkap pelaku di rumahnya yang beralamat di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Sebelumnya petugas sudah mengintai aktivitas pelaku dikediamannya.

"Ada empat petugas yang kita kerahkan dipimpin oleh Aiptu Zainul," katanya.

Petugas mendatangi rumah korban, saat pelaku mengetahui ada petugas datang ia mencoba kabur yang dikejar langsung oleh petugas dan terjadi perlawanan. Lalu pelaku mencabut pisau sangkur yang dibawanya dan menyerang petugas hingga tersungkur dan melukai tangan Bripka Aang.

Melihat kejadian tersebut petugas lainnya mencoba mengejar pelaku dan memberikan tembakan peringatan, namun pelaku terus lari hingga sejauh kurang lebih 50 meter, petugas kembali melakukan penembakan dengan mengarah ke pelaku.

"Petugas memberikan tembakan berikutanya dengan sasaran kaki, tetapi karena kontur lokasi kejadian tidak datar, tembakan mengenai bagian pantat pelaku. Meski sudah ditembak, pelaku masih mencoba lari, hingga akhirnya tersungkur. Kita bawa langsung ke Rumah Sakit di Lanud Atang Sandjaya," katanya.

Menurut Kompol Cristian, pelaku merupakan residivis yang kerap melakukan pencurian kendaraan bermotor. Untuk wilayah Kota Bogor, pelaku sudah dua kali melakukan pencurian di wilayah Polsek Bogor Tengah, akni pada Januari 2015 dan Desember 2014.

"Saat ini jasat pelaku sedang berada di RSUD Ciawi untuk kepentingan otopsi," katanya.

Dalam penangkapan tersebut petugas juga menyita barang bukti berupa sebuah kunci letter T, pisau sangkur, uang tunai Rp200 ribu, ganja satu bungkus kecil, dan telepon pintar blackberry.

Selain Eko, petugas juga menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor dengan pemberetan lainnya atas nama Sodikin alias Ikin yang kini sudah ditahan di rutan Polres Bogor Kota.

Sementara itu, penembakan yang terjadi terhadap Eko hingga meninggal dunia mendapat protes dari pihak keluarga yang menyayangkan sikap polisi main hukum sendiri hingga menghilangkan nyawa keluarganya.

"Polisi jangan menghakimi kesalahan yang belum jelas, kenapa harus ditembak mati. Ini manusia, kalau salah ada hukumannya, kenapa kok dibunuh," kata Sukarna paman pelaku.

Ayah pelaku bernama Rahmat juga dibuat bingung karena tidak tahu apa kesalahan yang dibuat oleh anaknya hingga harus mati ditembak oleh anggota kepolisian.

"Saya tidak tahu kesalahannya apa. Tau-tau aja ada penangkapan, polisi juga tidak memperlihatkan surat penangkapan dan tidak izin ke RT atau RW," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditembak, Begal Mengerikan di Jakarta Timur

Ditembak, Begal Mengerikan di Jakarta Timur

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 05:13 WIB

Ini Lokasi Rawan Begal yang Dirazia Polisi

Ini Lokasi Rawan Begal yang Dirazia Polisi

News | Sabtu, 21 Maret 2015 | 18:15 WIB

Terkini

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB