- Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026 berdasarkan perhitungan hisab global.
- Pemerintah Indonesia melalui SKB 3 Menteri turut menetapkan tanggal 27 Mei 2026 sebagai hari libur Idul Adha.
- Data astronomis BMKG mendukung potensi keseragaman perayaan Idul Adha pada 27 Mei 2026 karena memenuhi kriteria visibilitas hilal.
Suara.com - Idul Adha 2026 menjadi salah satu momen yang sudah mulai banyak ditanyakan masyarakat sejak jauh hari. Selain berkaitan dengan ibadah kurban, penentuan tanggalnya juga penting untuk perencanaan libur dan aktivitas keluarga.
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: Idul Adha 2026 jatuh pada tanggal berapa. Jawabannya tidak selalu tunggal karena penetapan hari raya dalam Islam bisa berbeda tergantung metode yang digunakan.
Di Indonesia, setidaknya ada dua rujukan utama dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan pendekatan hisab global, sementara pemerintah mengombinasikan hisab dan rukyat.
Meski sering kali berbeda, untuk tahun 2026 justru ada potensi kesamaan tanggal antara kedua metode tersebut. Hal ini membuat publik semakin penasaran sekaligus berharap adanya keseragaman.
Lalu, kapan tepatnya Idul Adha 2026 dirayakan. Berikut penjelasan lengkap berdasarkan versi Muhammadiyah, pemerintah, serta prediksi dari BMKG.
![Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/06/91905-salat-id-salat-idul-adha-shalat-idul-adha-di-berbagai-daerah.jpg)
Idul Adha 2026 versi Muhammadiyah
Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal Idul Adha 2026 melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini menggunakan parameter astronomi global untuk menentukan awal bulan Hijriah secara seragam di seluruh dunia.
Berdasarkan perhitungan tersebut, Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026. Penetapan ini sekaligus memberikan kepastian lebih awal bagi warga Muhammadiyah dalam mempersiapkan ibadah kurban.
Adapun rincian penanggalan menurut KHGT adalah sebagai berikut. Awal Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026, sementara Hari Arafah (9 Zulhijah) pada Selasa Pon, 26 Mei 2026.
Metode yang digunakan Muhammadiyah mengacu pada Parameter Kalender Global (PKG). Dalam perhitungan tersebut, ijtimak menjelang Zulhijah terjadi pada Sabtu Pon, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC.
Namun, karena parameter keterlihatan hilal global belum terpenuhi pada saat itu, maka awal Zulhijah ditetapkan mundur menjadi 18 Mei 2026. Dari sini, tanggal 10 Zulhijah atau Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026.
Idul Adha 2026 versi pemerintah
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama juga memperkirakan Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tanggal ini bahkan sudah tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri sebagai hari libur nasional.
Meski demikian, penetapan resmi tetap akan dilakukan melalui sidang isbat. Sidang ini biasanya digelar menjelang akhir bulan Zulkaidah, yang diperkirakan bertepatan dengan 17 Mei 2026.
Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Pendekatan ini menggabungkan perhitungan astronomi dengan pengamatan langsung hilal di lapangan.
Selain itu, Indonesia juga mengacu pada kriteria MABIMS. Dalam kriteria ini, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Jika hasil rukyat dan hisab memenuhi kriteria tersebut, maka awal Zulhijah akan ditetapkan sesuai prediksi. Dengan begitu, besar kemungkinan Idul Adha 2026 akan dirayakan serentak pada 27 Mei 2026.