Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:30 WIB
Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?
Kemacetan Jakarta (Pexels/el jusuf)

Suara.com - Lebih dari separuh populasi dunia kini tinggal di wilayah perkotaan, yang suhu udaranya kerap lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan. Selama ini, pembahasan mengenai fenomena ini atau urban heat island  umumnya berfokus pada material kota seperti beton dan aspal yang menyerap serta memantulkan panas matahari.

Namun, laporan yang dikutip dari Phys.org menunjukkan ada faktor lain yang selama ini kurang diperhitungkan dalam perencanaan kota: kemacetan lalu lintas dan emisi panas dari kendaraan bermotor.

Fenomena urban heat island terjadi ketika aktivitas manusia di perkotaan menghasilkan panas tambahan yang terperangkap di lingkungan padat bangunan. Dalam konteks transportasi, kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel tidak hanya menghasilkan emisi gas, tetapi juga melepaskan panas langsung ke lingkungan.

Sebagian besar energi dari bahan bakar fosil tersebut tidak berubah menjadi energi gerak, melainkan hilang sebagai panas dari mesin pembakaran internal dan sistem knalpot. Selain itu, gesekan pada ban, rem, dan permukaan jalan turut menambah akumulasi panas, terutama di kawasan dengan lalu lintas padat dan sirkulasi udara yang terbatas.

Sebuah studi yang dimodelkan menggunakan Community Earth System Model mengukur dampak panas kendaraan di dua kota Eropa dengan karakteristik berbeda, yakni Toulouse di Prancis dan Manchester di Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas serta dominasi kendaraan konvensional berkontribusi langsung terhadap peningkatan suhu udara perkotaan.

Di Toulouse, kemacetan lalu lintas tercatat dapat meningkatkan suhu udara rata-rata tahunan hingga 0,4 derajat Celcius. Secara musiman, kenaikan mencapai 0,5 derajat Celcius pada musim dingin dan 0,3 derajat Celcius pada musim panas. Sementara di Manchester, peningkatan suhu rata-rata tahunan tercatat sebesar 0,25 derajat Celcius, dengan rincian 0,35 derajat Celcius pada musim dingin dan 0,16 derajat Celcius pada musim panas.

Pola pemanasan yang muncul juga berbeda antar kota. Di Toulouse, akumulasi panas akibat kemacetan pagi hari cenderung bertahan hingga malam. Sementara di Manchester, dampak dari jam sibuk sore hari justru mencapai puncaknya pada dini hari sekitar pukul 3 pagi.

Meski angka kenaikan suhu tersebut terlihat kecil, para peneliti menilai dampaknya menjadi signifikan dalam konteks krisis iklim perkotaan, terutama saat terjadi gelombang panas. Sejumlah proyeksi menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas gelombang panas di kota-kota dunia diperkirakan akan meningkat pada tahun 2070, seiring pertumbuhan urbanisasi dan perubahan iklim global.

Dalam situasi tersebut, kemampuan kota untuk mengidentifikasi sumber panas buatan menjadi penting dalam perencanaan adaptasi iklim. Studi tersebut menunjukkan bahwa pengurangan volume kendaraan berbahan bakar fosil, serta percepatan transisi ke kendaraan listrik, berpotensi membantu menurunkan kontribusi panas dari sektor transportasi.

Dengan demikian, pengelolaan lalu lintas tidak lagi hanya menjadi isu mobilitas, tetapi juga bagian dari strategi adaptasi iklim perkotaan yang lebih luas.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:51 WIB

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:43 WIB

Kala Kota jadi Ruang Sepi: Membaca Antologi Apakah Kota Ini Kamar Tidurku?

Kala Kota jadi Ruang Sepi: Membaca Antologi Apakah Kota Ini Kamar Tidurku?

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos

Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:26 WIB

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:20 WIB

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:09 WIB

Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata

Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:55 WIB

Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri

Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:52 WIB

Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?

Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:50 WIB

Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan

Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:46 WIB

Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo

Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:45 WIB

Bejat! Ayah Tiri di Koja Tega Cabuli Dua Anak Sambungnya, Aksi Terbongkar Usai Korban Mengadu

Bejat! Ayah Tiri di Koja Tega Cabuli Dua Anak Sambungnya, Aksi Terbongkar Usai Korban Mengadu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:36 WIB

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:32 WIB