BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:20 WIB
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya memperlihatkan fitur Aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada wartawan saat peluncuran aplikasi di Kantor Pusat BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan Aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah penguatan pengawasan program MBG di berbagai daerah. Peluncuran aplikasi berlangsung di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya menyatakan aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan keawasan (awareness) para pelaksana lapangan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat program MBG.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya memberikan sambutan dalam peluncuran Aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pusat BGN, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya memberikan sambutan dalam peluncuran Aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pusat BGN, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

“Ada empat parameter dalam aplikasi yang kita luncurkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan awareness kepada KSPPG, pengawas gizi, dan mitra, bahwa makanan yang didistribusikan kepada anak harus tepat waktu, segar, baik dan enak untuk dimakan, serta bervariasi supaya tidak membosankan,” ujar Sony Sonjaya.

Empat parameter dalam aplikasi itu meliputi ketepatan waktu distribusi, kesegaran makanan, rasa makanan, dan variasi menu. Menurut Sony, parameter itu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan berbagai persoalan yang sempat muncul selama pelaksanaan program MBG.

Ia menjelaskan program MBG telah berjalan selama satu tahun empat bulan dengan berbagai dinamika di lapangan. Selain menghadirkan banyak keberhasilan, pemerintah juga menghadapi sejumlah kejadian yang tidak diharapkan.

“Beberapa kejadian menonjol di antaranya ada siswa yang sakit perut, pusing, muntah-muntah, sampai gatal-gatal sehingga mengakibatkan beberapa dari mereka harus mendapatkan perawatan,” kata Sony.

Peluncuran Aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Pusat BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)
Peluncuran Aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Pusat BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Karena itu, BGN terus melakukan pengembangan sistem untuk memperkuat pencegahan sejak awal. Salah satunya melalui peningkatan awareness para pelaksana di lapangan, mulai dari KSPPG, pengawas gizi, hingga mitra penyedia makanan.

“BGN senantiasa berpikir bagaimana melakukan pengembangan-pengembangan sistem yang tujuannya salah satunya terkait kejadian menonjol MBG adalah bagaimana melakukan pencegahan. Salah satu pencegahan adalah dengan meningkatkan awareness kepada para pelaksana lapangan. Mereka adalah KSPPG, pengawas gizi, dan mitra,” ujar Sony.

Sony menjelaskan aplikasi Reviu Menu MBG menjadi sarana kontrol masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG. Berbeda dengan aplikasi “Jaga Dapur MBG” milik Kejaksaan Agung yang berfokus pada reviu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat langsung, aplikasi yang diluncurkan BGN berfungsi menampung laporan dari kelompok penerima manfaat.

“Aplikasi yang akan kita luncurkan saat ini adalah aplikasi yang merupakan wujud nyata menampung kontrol dari masyarakat, jadi program MBG ini dikontrol oleh masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah akan menunjuk dua hingga tiga guru sebagai person in charge (PIC) penerima MBG. Para PIC itu diwajibkan memiliki aplikasi Reviu Menu MBG untuk melakukan penilaian terhadap makanan yang diterima setiap hari.

“Aplikasi Reviu Menu MBG ini menjadi satu alat wajib yang dimiliki oleh PIC sekolah,” ujar Sony.

Ia menjelaskan proses penilaian dilakukan sejak makanan tiba di sekolah. PIC akan mengecek ketepatan waktu distribusi, melakukan tes organoleptik melalui penciuman dan pengecekan rasa makanan, hingga memastikan variasi menu yang disajikan tidak monoton.

“Ketika MBG datang, kemudian PIC melakukan penilaian apakah MBG datang tepat waktu atau tidak. Yang kedua melakukan tes organoleptik, dilakukan penciuman, dicium wajar atau tidak. Kalau misalkan ayam goreng dicium, oh wajar bau ayam goreng. Kalau misalkan baunya busuk langsung diberikan penilaian,” ucapnya.

"Kemudian dari segi rasa juga dimakan. Ya wajar ayam goreng rasanya seperti ini. Kalau misalkan rasanya basi atau busuk juga langsung diberikan penilaian. Dan yang keempat adalah penilaian parameter variasi makanan. PIC melakukan penilaian jangan sampai menu yang disajikan oleh satu SPPG itu kemarin telur dadar, hari ini telur rebus, hari Rabu telur balado, akhirnya telur terus, nah ini dinilai oleh PIC bahwa SPPG tidak memiliki variasi,” sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih

Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:59 WIB

Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan Sampai Guru Pengabdi Lama Tersisih

Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan Sampai Guru Pengabdi Lama Tersisih

DPR | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:40 WIB

Kemensos - BGN Matangkan Program MBG Lansia dan Disabilitas

Kemensos - BGN Matangkan Program MBG Lansia dan Disabilitas

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

News | Senin, 02 Februari 2026 | 22:13 WIB

Terkini

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:09 WIB

Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata

Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:55 WIB

Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri

Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:52 WIB

Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?

Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:50 WIB

Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan

Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:46 WIB

Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo

Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:45 WIB

Bejat! Ayah Tiri di Koja Tega Cabuli Dua Anak Sambungnya, Aksi Terbongkar Usai Korban Mengadu

Bejat! Ayah Tiri di Koja Tega Cabuli Dua Anak Sambungnya, Aksi Terbongkar Usai Korban Mengadu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:36 WIB

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:32 WIB

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:25 WIB

Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta

Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:24 WIB