Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi 'Grant'

Bangun Santoso | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 13:38 WIB
Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi 'Grant'
Ilustrasi penelitian. (Shutterstock)
  • Dosen Universitas Udayana mengungkap dugaan pemalsuan riset oleh peneliti Indonesia di konferensi ilmiah internasional Kopenhagen pada Mei 2024.
  • Kelompok peneliti Indonesia diduga mempresentasikan riset palsu dalam forum ISPPD Denmark demi mendapatkan dana hadiah atau grant.
  • BRIN menegaskan belum menerima laporan resmi namun siap menjatuhkan sanksi berat bagi periset yang terbukti melakukan kecurangan ilmiah.

Suara.com - Dugaan keterlibatan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dalam skandal pemalsuan riset di sebuah konvensi ilmiah di Denmark kini menuai sorotan.

Kasus dugaan pemalsuan itu mencuat setelah ditemukan indikasi manipulasi dalam publikasi dan proses penelitian yang dipresentasikan dalam forum akademik internasional tersebut.

Dugaan pemalsuan riset itu viral setelah seorang dosen dan peneliti Departemen Ilmu Kelautan Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, membuat unggahan di media sosial Thread pada Senin (25/5) kemarin.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erra Wulandari mengaku baru mendengar informasi tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa BRIN memiliki aturan ketat terkait integritas penelitian.

“Kami punya organisasi profesi, Perhimpunan Periset Indonesia, di sana ada yang namanya Kode Etik Peneliti dan Penelitian. Itulah yang menjadi dasar bagi peneliti selalu menjunjung tinggi integritas dalam melakukan penelitian,” kata Erra kepada Suara.com, Selasa (26/5/2026).

Erra mengatakan, hingga saat ini BRIN belum menerima laporan maupun pengaduan resmi terkait dugaan keterlibatan peneliti Indonesia dalam kasus tersebut.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pelanggaran etik penelitian dapat berujung pada sanksi berat apabila terbukti terjadi fraud atau kecurangan ilmiah.

Belum ada kalau kami, karena hukumannya berat kalau sampai terbukti, saya rasa kami tidak kurang-kurang selalu mengingatkan ini untuk periset di BRIN. Kalau fraud bisa pemberhentian dari peneliti,” ujarnya.

Sebelumnya, pada postingan Ida Bagus Mandhara Brasika disebitkan kalau dugaan pemalsuan riset itu terungkap saat konferensi ilmiah untuk para ahli pneumonia seluruh dunia, ISPPD, di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei lalu.

Dalam konferensi itu terdapat kelompok periset asal Indonesia yang tampak telah menghasilkan temuan luar biasa. Para periset itu di antaranya, Prihatini, Rifaldy Fajar dan Rini Winarti.

Akan tetapi, setelah ditelisik, kelompok periset tersebut diduga telah mengikuti konferensi dengan hasil penelitian palsu.

Disinyalir tindakan itu jadi modus terduga pelaku untuk mendapatkan dana hadiah (grant) dalam konferensi ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?

Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 08:25 WIB

Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 9 WNI yang diculik Israel

Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 9 WNI yang diculik Israel

Foto | Senin, 25 Mei 2026 | 06:30 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB

Menlu Sugiono Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Video | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:15 WIB

Kemlu RI Perlu Belajar dari Penculikan Relawan WNI oleh Israel

Kemlu RI Perlu Belajar dari Penculikan Relawan WNI oleh Israel

Opini | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:00 WIB

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:14 WIB

Terkini

California Terancam Krisis Kimia Usai Ledakan Tangki GKN Aerospace

California Terancam Krisis Kimia Usai Ledakan Tangki GKN Aerospace

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:31 WIB

Trump Desak Iran Serahkan Uranium ke AS di Tengah Negosiasi Damai

Trump Desak Iran Serahkan Uranium ke AS di Tengah Negosiasi Damai

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:16 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Bunker, Intelijen AS Klaim Komunikasi Terputus

Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Bunker, Intelijen AS Klaim Komunikasi Terputus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:14 WIB

Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:09 WIB

Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN

Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:05 WIB

Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM

Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:38 WIB

Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?

Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:30 WIB

Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos

Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:26 WIB

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:20 WIB

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:09 WIB