147 Orang Dibantai, Kenya Klaim Aman untuk Turis

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 03 April 2015 | 11:59 WIB
147 Orang Dibantai, Kenya Klaim Aman untuk Turis
Militer Kenya berlindung dari serangan Al Shabaab. (REUTERS/ REUTERS/Noor Khamis)

Suara.com - Kelompok Islam garis keras, Al Shabaab membantai 147 orang di Universitas College of Garissa, Kenya. Namun pemerintah Kenya menyatakan negaranya masih aman untuk turin.

Hal itu disampaikan Presiden Uhuru Kenyatta yang menjawab kekhawatiran Inggris terhadap warga negaranya. Kenyatta menyatakan negaranya aman untuk para turis.

Hari ini Inggris memperketat penjagaan di kedutaan besarnya di Kenya. Dia memperingatkan wisatawannya membatasi perjalanan yang tidak penting ke Kenya. Pekan lalu pemerintah Australia juga menyerukan hal yang sama.

Namun Sekertaris Kabinet Kenya, Joseph Nkaissery menyatakan itu anggapan yang salah. Kata dia Kenya aman.

Kenya merupakan negara yang sangat besar mengandalkan sektor pariwisatanya untuk menopang perekonomian. Bahkan tahun 2014, pendapatan sektor pariwisata mencapai 11 persen dari pendapatan negara.

Sebelumnya aksi pembantaian itu berpelaku empat orang. Sambil menggunakan topeng, mereka langsung melempar granat dan menembakkan senjata otomatis ke arah para mahasiswa, begitu memasuki kampus.

"Dikonfirmasi sejauh ini ada 147 korban tewas," kata otoritas Kenya, seperti dikutip dari laman theaustralian.com.au, Jumat (3/4/2015).

Otoritas itu memastikan bahwa saat ini teror telah berakhir. Seluruh teroris tewas ditembak. "Insiden ini berlangsung selama 16 jam. Para pelaku telah kami tembak mati," lanjut otoritas tersebut.

"Insiden ini kami akhiri dengan cara menyerbu masuk ke dalam kampus. Para pelaku sempat bersembunyi di asrama mahasiswa. Tapi berhasil ditemukan dan kami tembak mati," jelasnya.

Serangan ini menjadi yang terburuk di Kenya setelah insiden 1998 di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi oleh Al Qaeda. Kala itu, sebanyak 213 orang tewas dibantai. (qz/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Al Shabaab Sandera Mahasiswa di Universitas Kenya

Al Shabaab Sandera Mahasiswa di Universitas Kenya

News | Kamis, 02 April 2015 | 18:06 WIB

Serangan di Universitas Kenya, Dua Tewas, Puluhan Terluka

Serangan di Universitas Kenya, Dua Tewas, Puluhan Terluka

News | Kamis, 02 April 2015 | 14:36 WIB

Kelompok Bersenjata Serbu Kampus Universitas di Kenya

Kelompok Bersenjata Serbu Kampus Universitas di Kenya

News | Kamis, 02 April 2015 | 13:22 WIB

Rebutan Lahan Penggembalaan Ternak, 82 Orang Tewas Dibantai

Rebutan Lahan Penggembalaan Ternak, 82 Orang Tewas Dibantai

News | Rabu, 18 Maret 2015 | 03:30 WIB

Rekonstruksi Pembantaian Gajah Sumatera

Rekonstruksi Pembantaian Gajah Sumatera

Foto | Kamis, 12 Februari 2015 | 11:18 WIB

Kelompok Militan Bantai 15 Penumpang Bus di Kamerun

Kelompok Militan Bantai 15 Penumpang Bus di Kamerun

News | Minggu, 04 Januari 2015 | 03:15 WIB

Buat Video Pembantaian, ISIS Keluarkan Dana Rp2,4 Miliar

Buat Video Pembantaian, ISIS Keluarkan Dana Rp2,4 Miliar

News | Jum'at, 12 Desember 2014 | 15:58 WIB

Hari Ini, Ratusan Ribu Binatang Dibantai di Nepal

Hari Ini, Ratusan Ribu Binatang Dibantai di Nepal

News | Jum'at, 28 November 2014 | 06:47 WIB

Pura-pura Mati, Guru SD Tak Dibantai Al Shabaab

Pura-pura Mati, Guru SD Tak Dibantai Al Shabaab

News | Senin, 24 November 2014 | 06:49 WIB

Teroris Al-Shabaab Bantai 28 Penumpang Bus

Teroris Al-Shabaab Bantai 28 Penumpang Bus

News | Minggu, 23 November 2014 | 05:48 WIB

Terkini

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB