“Kalau pada kasus si-Nufus ini, tumornya itu dipangkal paha. Secara ilmu ortopedi, sangat tidak mungkin dilakukan amputasi. Kalau memang mau dilakukan amputasi harus satu sendi di atas tumor bersarang. Jadi sampai batas perutnya, kan tidak mungkin," kata dr Azharuddin SpOT, K-Spine di Banda Aceh, Jumat (3/4/15).
Alasan tersebut, diutarakannya lantaran melihat kondisi tumor pada Nufus yang semakin mengganas. Kata dia, selain penanganannya sudah telat, bila penyakit itu dibedah maka akan mengalami pendarahan yang luar biasa. Sehingga sangat berbahaya untuk kondisi pasien.
“Bahayanya kalau dilakukan amputasi, tumor yang sudah begitu besar sangat rentan terjadi pendarahan, susah berhent. Sama ini kayak kita mengganggu sarang tawon," ujarnya.
Menurutnya, secara umum solusi atas penyakit ini adalah operasi dan tidak operasi. Jika kondisi pasien tidak memungkinkan lagi menjalani hal tersebut, maka pihak rumah sakit hanya bisa memberikan terapi paliatif. Terapi paliatif untuk kangker stadium lanjut dilakukan dengan memberikan obat-obat agar si pasien tidak merasa sakit.
“Kalau dia terasa nyeri maka kita beri obat nyeri. O...Nggak bisa tidur diberi obat penenang sampai tertidur nyenyak, kalau tidak mau makan kita berikan obat selera makan, cuma itu bisa dilakukan sekarang,” katanya.
Dikatakannya, tumor mengindap pada kaki Rahmatun Nufus, tidak bisa lagi dikecilkan atau disembuhkan. Tulang pada bagian pangkal pahanya semakin hari terus digerogoti tumor tersebut.
Untuk membuat Nufus tetap bertahan hidup, solusinya hanya pada terapi paliatif. Dengan terapi itu, kata dia, setidaknya rasa sakit yang diderita berkurang, asupan gizi dan protein juga terpenuhi.
"Kalaupun ini kita rujuk ke rumah sakit lain, pengobatannya tetap sama saja yaitu terapi paliatif," tuturnya.
Kendati demikian, pihak keluarga berharap Nufus bisa disembuhkan. Bocah yang kini duduk di kelas 2 MTsN Kuta Buloh, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, punya keinginan besar dapat melanjutkan sekolahnya.
"Kalau sembuh, dia ingin balek ke sekolah, belajar lagi kayak biasa. Dia ingin ketemu kawan-kawannya," ucap Kakak Nufuz, Marzulisma sambi menitikan air mata. [Alfiansyah Ocxie]