Solusi Beternak di Kota: Sewa Saja Ayamnya, Panen Telurnya

Arsito Hidayatullah

Minggu, 05 April 2015 | 17:29 WIB
Solusi Beternak di Kota: Sewa Saja Ayamnya, Panen Telurnya
Ilustrasi sekelompok ayam betina petelur. [Shutterstock/Wavebreakmedia]

Suara.com - Beternak di kawasan perkotaan kadang memang menyulitkan, jika bukan tergolong mustahil. Bukan saja masalah lahan yang sulit tersedia, kerepotan dalam mengelola ternak untuk jangka panjang, belum lagi masalah izin (minimal keluhan tetangga) yang bisa menjadi kendala.

Tapi di beberapa tempat di dunia, ada saja solusi untuk masalah itu. Sebagaimana diberitakan situs CBC, contohnya adalah yang ditawarkan oleh perusahaan Rent the Chicken asal Kanada, yang bukan kebetulan bertepatan dengan momen Paskah tahun ini, baru saja memperluas jaringan jasanya ke kota Toronto.

Singkatnya, perusahaan ini coba menyediakan solusi bagi orang-orang yang ingin beternak ayam petelur khususnya, tanpa perlu repot-repot memelihara ayam sedari kecil atau menyediakan lahan luas serta mempelajari skill-nya. Meski jumlah ayam petelur yang bisa disewa terbatas, yakni antara dua hingga empat ekor saja, namun hasilnya lumayan.

Tergantung jumlah ayam yang disewa dan dipelihara, mereka disebut bisa menghasilkan telur antara 8 sampai 28 butir per minggu. Lama masa penyewaan adalah enam bulan, sebelum kemudian ayam-ayam itu ditarik kembali oleh perusahaan, biasanya tepat memasuki musim dingin yang menjadi musim minim bertelur.

Yang menarik adalah selain ayam-ayamnya, dalam paket penyewaan juga sekaligus tersedia kandang ayam, berikut makanan, serta wadah makan dan minum bagi ayam-ayam tersebut. Artinya, praktis penyewa tak butuh tambahan "modal" lainnya, selain mungkin sedikit ruang gerak bagi ayam-ayam itu, serta ketelatenan memelihara dan menjaganya.

Disebutkan pula, selain jasa penyewaan ayam, perusahaan ini juga menyediakan jasa atau program penetasan telur ayam. Keluarga atau sekolah-sekolah bisa menyewa sekitar tujuh butir telur yang siap menetas selama lima pekan. Biasanya, dalam tiga pekan telur-telur itu sudah akan menetas, yang artinya masih ada waktu dua minggu bagi pemeliharanya untuk berdekatan dengan anak-anak ayam imut itu. Saat periode program habis, jika misalnya pemelihara sudah terlanjur merasa dekat dan sulit melepas peliharaannya itu, maka tersedia pula opsi program adopsi.

Hanya saja, jasa ini sebenarnya masih tergolong kontroversial. Pasalnya, sesuai peraturan daerah di Toronto khususnya, warga masih tak diperbolehkan untuk memelihara ternak di rumahnya. Bahkan pada Januari 2012 lalu, sebuah upaya untuk mengubah aturan itu dengan cara voting, ditolak oleh otoritas setempat, sehingga sampai sekarang pun larangan itu masih berlaku.

Namun sejauh ini, lembaga berwenang di kota itu diketahui tidak menerapkan peraturan tersebut dengan keras dan kaku. Peraturan hanya diakui masih berlaku dan petugas berwenang selalu siap menanggapi setiap keluhan warga soal ternak, meski penegakan aturan sejauh ini tidak dilakukan secara proaktif.

Agar tidak termasuk sebagai pihak yang digolongkan bersalah melanggar aturan, pihak Rent the Chicken sendiri telah menyiasatinya dengan sebuah pernyataan khusus.

"Terkait peraturan setempat soal kepemilikan ayam, para penyewa sebenarnya sudah dianggap membeli ayam-ayam itu. Di akhir musim (penyewaan), terkecuali mereka mengadopsi ayam-ayamnya, ayam-ayam itu akan dibeli kembali seharga 1 dolar," jelas pihak Rent the Chicken pula. [CBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Khasiat Ceker Ayam

Ini Dia Khasiat Ceker Ayam

Health | Rabu, 08 Oktober 2014 | 15:20 WIB

Terkini

Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba

Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:13 WIB

Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:11 WIB

Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri

Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:06 WIB

Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus

Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:03 WIB

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:46 WIB

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:40 WIB

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:38 WIB