KPU Minta Pemerintah Talangi Dana Pilkada

Liberty Jemadu

Senin, 06 April 2015 | 23:43 WIB
KPU Minta Pemerintah Talangi Dana Pilkada
Ilustrasi pencoblosan dalam pemilihan umum (Antara).

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, untuk membantu daerah yang kekurangan atau tidak memiliki dana sama sekali untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

"Yang penting sekarang urusan anggaran ada di pemerintah daerah melalui APBD, tetapi kan dapat didukung APBN. Misalnya 68 daerah itu tidak menganggarkan, harus ada kebijakan khusus dari Kemendagri," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta, Senin (6/4/2015).

Ke-68 daerah tersebut adalah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir Januari hingga Juni 2016 namun pelaksanaan pilkadanya dimajukan serentak pada Desember 2015.

Kebijakan khusus yang dimaksud KPU antara lain pemberian pinjaman dana cadangan dari pemerintah pusat melalui Kemendagri kepada daerah-daerah yang tidak memiliki anggaran pilkada.

"Daerah-daerah yang belum atau tidak memiliki anggaran itu bisa saja didukung dengan APBN. Misalnya Kemendagri ada kebijakan dengan mengeluarkan dana cadangan, itu kewenangannya ada di Kemendagri," kata Ferry.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Direktur Jenderal Keuangan Kemendagri Reydonnizar Moenek mengatakan pemerintah tidak akan menalangi dana pilkada lewat APBN kepada daerah yang tidak menganggarkan.

"Pilkada itu wajib dibiayai atas dan dari beban APBD, sampai ada mekanisme pengeluaran mendahului perubahan APBD tanpa persejutuan DPRD itu cukup," kata Reydonnizar.

Ia mengatakan penganggaran untuk pilkada menjadi kewajiban pemerintah daerah setempat, sehingga tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak menyediakan dana Pilkada.

Kemendagri pun telah mengirimkan surat edaran kepada 68 daerah yang wajib menggelar pilkada serentak gelombang pertama pada Desember 2015, untuk menyusun APBD berdasarkan pedoman Peraturan Mendagri Nomor 37 Tahun 2014.

"Kami sudah menyurati daerah agar gubernur, bupati, dan wali kotanya menganggarkan dan menjamin bagaimana percepatan itu dilakukan melalui perubahan anggaran," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua KPU: Pilkada Serentak Belum Tentu Hemat Anggaran

Ketua KPU: Pilkada Serentak Belum Tentu Hemat Anggaran

wawancara | Senin, 06 April 2015 | 06:00 WIB

Pemerintah Siap Gelar Pilkada Serentak Desember 2015

Pemerintah Siap Gelar Pilkada Serentak Desember 2015

News | Rabu, 01 April 2015 | 13:02 WIB

ISIS Bisa Ganggu Pelaksanaan Pilkada Serentak

ISIS Bisa Ganggu Pelaksanaan Pilkada Serentak

News | Rabu, 01 April 2015 | 08:37 WIB

Pilkada Serentak, Sistem Penghitungan Suara Perlu Dibenahi

Pilkada Serentak, Sistem Penghitungan Suara Perlu Dibenahi

News | Minggu, 29 Maret 2015 | 01:00 WIB

Desember, 272 Daerah Gelar Pilkada Serentak

Desember, 272 Daerah Gelar Pilkada Serentak

News | Sabtu, 21 Februari 2015 | 07:44 WIB

KPU Bersikeras Gelar Pilkada Serentak Tahun Ini

KPU Bersikeras Gelar Pilkada Serentak Tahun Ini

News | Rabu, 11 Februari 2015 | 07:02 WIB

Penundaan Pilkada Serentak untuk Pembelajaran bagi Masyarakat

Penundaan Pilkada Serentak untuk Pembelajaran bagi Masyarakat

News | Sabtu, 20 Desember 2014 | 09:15 WIB

Terkini

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:26 WIB

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:25 WIB

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:20 WIB

6 Sunscreen Terbaik untuk Wanita di Atas 40 Tahun dengan Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

6 Sunscreen Terbaik untuk Wanita di Atas 40 Tahun dengan Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:20 WIB

Cara Membedakan Kulit Sawo Matang dan Kuning Langsat, Begini Ciri-cirinya

Cara Membedakan Kulit Sawo Matang dan Kuning Langsat, Begini Ciri-cirinya

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:19 WIB

Kebakaran Mobil di SPBU Pekanbaru, Hanguskan Pompa Pengisian BBM

Kebakaran Mobil di SPBU Pekanbaru, Hanguskan Pompa Pengisian BBM

Riau | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:18 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:17 WIB

×