facebook

Pesawat Jatuh Usai Ajang Final Basket, 7 Orang Tewas

Arsito Hidayatullah
Pesawat Jatuh Usai Ajang Final Basket, 7 Orang Tewas
Rongsokan pesawat Cessna 414 yang jatuh di Bloomington, Illinois, Selasa (7/4/2015) dini hari, saat diperiksa petugas berwenang. [CT/Bloomington Pantagraph]

Pesawat jatuh di lokasi yang hanya berjarak sekitar 3 km dari bandara pendaratan.

Suara.com - Sebanyak tujuh orang dilaporkan tewas dalam insiden jatuhnya sebuah pesawat yang baru saja pulang dari ajang final turnamen basket NCAA di Indianapolis, AS, Selasa (7/4/2015) dini hari waktu setempat. Dua di antara korban adalah pelatih basket Illinois State University (ISU) Torrey Ward, serta Wakil Direktur Olahraga Aaron Leetch.

Sebagaimana antara lain diberitakan situs CNN, pesawat kecil tersebut jatuh di lokasi yang berjarak sekitar 3,2 km dari Central Illinois Regional Airport di Bloomington. Sebagaimana diungkapkan Bill Tate dari Kantor Sheriff McLean County pula, itu artinya hanya berjarak sekitar 8 km dari ISU, kampus di mana Ward dan Leetch mengabdi.

Sejauh ini, belum jelas identitas korban lainnya, maupun berapa banyak dan siapa saja sebenarnya yang berada di dalam pesawat nahas itu. Yang jelas, sebagaimana informasi awal dari National Transportation Safety Board selaku otoritas penerbangan AS, pesawat tersebut berjenis Cessna 414.

Menurut juru bicara bidang olahraga ISU, John Twork, pesawat itu memang sedang dalam perjalanan kembali dari ajang Final Four NCAA di Indianapolis. Insiden itu sendiri sejauh ini masih diselidiki secara serius oleh pihak berwenang.

"Segenap almamater ISU merasa berduka atas kehilangan ini," ungkap Twork.

Salah satu tweet terakhir dari akun yang diyakini milik Ward menampilkan sejumlah foto dari Lucas Oil Stadium, tempat pertandingan final basket itu digelar. Terdapat pula salah satu foto pesawat kecil di akun itu, dengan tulisan yang menyertainya berbunyi: "Tumpanganku ke pertandingan ini tidak mengecewakan #indy2015f4."

Dalam pernyataan resminya, Presiden ISU Larry Dietz, turut mengungkapkan dukacita mendalam terutama atas kehilangan kedua koleganya itu. Dietz menyebut bahwa Ward dan Leetch adalah "kolega yang sangat dihormati dan dicintai di departemen olahraga kami."

"Kata-kata tak dapat mengungkapkan sepenuhnya kedukaan yang terasa atas tagedi ini. Kami masih berada dalam kondisi antara terkejut dan rasa sedih yang mendalam," tuturnya. [CNN]