Bima Arya Blak-blakan: Strategi Penanganan Sampah Plastik Kepala Daerah Banyak yang Latah

Eviera Paramita Sandi

Sabtu, 05 Juli 2025 | 20:21 WIB
Bima Arya Blak-blakan: Strategi Penanganan Sampah Plastik Kepala Daerah Banyak yang Latah
Wamendagri Bima Arya saat ditemui di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (5/7/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Suara.com - Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto menyebut adanya tiga faktor yang menjadi masalah terkait penanganan sampah plastik di Indonesia.

Faktor tersebut menjadi krusial karena menurut Bima, Indonesia tidak akan menjadi negara maju pada tahun 2045 jika tidak berhasil menyelesaikan permasalahan sampah plastik.

Menurutnya, permasalahan sampah plastik itu adalah problem yang sangat kompleks. Hingga, Mantan Walikota Bogor itu menuturkan jika banyak kepala daerah yang enggan menyentuh masalah sampah plastik karena terlalu kompleks.

“Kalau ada satu masalah yang buat pusing kepala daerah selain ormas adalah masalah sampah, jadi banyak kepala daerah nggak sentuh karena samgat kompleks,” ujar Bima dalam pidatonya pada kegiatan Showcase Aspal Plastik di Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu (5/7/2025).

Dia memaparkan jika salah satu faktornya adalah penanganan sampah plastik yang tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah.

Melainkan harus dieksekusi secara merata dari hulu ke hilirnya.

Bima juga menyebut banyak kepala daerah yang latah untuk menerapkan strategi untuk mengelola sampah plastik di daerahnya.

Dia menyebut latah karena tidak menerapkan strategi yang merata di hulu maupun hilir.

Dia mencontohkan upaya pemilahan sampah yang dilakukan dari rumah warga, namun tetap disatukan jenisnya di truk sampah.

baca juga

Selain itu, ada juga problem ketika produk hasil pengolahan sampah plastik seperti paving yang akhirnya tidak terjual karena beragam masalah.

“Banyak sekali kepala daerah itu latah, memilah dan memilih (sampah) disosialisasikan. Betul di rumah dipilah, oleh armada pemkot di campur lagi ya jadi sama saja bohong,” paparnya,

“Ada lagi sudah berhasil di pilah-pilih masuk ke TPA, diolah jadi paving dan lainnya, tapi nggak ada yang beli,” imbuh Bima.

Karena itu juga dia mencontohkan upaya pengolahan sampah plastik yang tepat seperti menambah penggunaan aspal dari sampah plastik.

Dari data yang dihimpun Chandra Asri, sudah ada 120 kilometer jalan di Indonesia yang diaspal dengan aspal plastik pada tahun 2023.

Sementara, di Bali sudah ada jalan seluar 442 meter persegi yang menggunakan aspal yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Penyelam Akan Diturunkan ke Lokasi Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

Tim Penyelam Akan Diturunkan ke Lokasi Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

News | Sabtu, 05 Juli 2025 | 19:39 WIB

Angkut 65 Orang, Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

Angkut 65 Orang, Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

Video | Sabtu, 05 Juli 2025 | 14:00 WIB

Agam Rinjani Mengaku Tak Suka Jadi Orang Kaya Setelah 10 Hari Foya-foya di Bali

Agam Rinjani Mengaku Tak Suka Jadi Orang Kaya Setelah 10 Hari Foya-foya di Bali

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:55 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×