Kesal dengan Dirjen Kemendagri, Ahok Protes ke Tjahjo Kumolo

Arsito Hidayatullah, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 10 April 2015 | 16:50 WIB
Kesal dengan Dirjen Kemendagri, Ahok Protes ke Tjahjo Kumolo
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. [suara.com/Bowo Raharjo]
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kesal mendengar pernyataan dari Direktur Jenderal (Dirjen) Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Reydonnyzar Moenek, perihal pagu APBD DKI Jakarta 2015 menjelang pengesahan.

Reydonnyzar atau yang kerap disapa Donny, menganggap APBD DKI 2015 jumlahnya sama dengan pagu belanja program senilai Rp63 triliun, sesuai APBD Perubahan DKI Jakarta 2014. Ahok merasa kesal, lantaran Donny menilai APBD yang akan digunakan DKI Rp63 triliun. Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan, jika Jakarta menggunakan APBD-P 2014, maka total APBD DKI 2015 adalah senilai Rp72,9 trilun.

"Pak Dirjen menafsirkan pasal dan undang-undang itu pagu anggaran tahun lalu diubah menjadi pagu belanja. Makanya saya protes sama Pak Dirjen (Donny)," ujar Ahok kesal, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Setelah adanya pernyataan dari Donny, Ahok mengaku lantas memerintahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang beranggotakan Sekda DKI Saefullah, Kepala Bappeda DKI Tuty Kusumawati, serta Kepala BPKAD DKI Heru Budi Hartono, untuk menemui Donny di Kemendagri.

"Makanya dia panggil, kita (TAPD) datang. Silakan putuskan. Tapi saya akan konferensi pers mengatakan Anda ngaco menafsirkan ini (UU)," tutur Ahok lagi dengan nada kesal.

Suami Veronica Tan itu menganggap Donny salah menafsirkan isi dalam Pasal 314 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jika pagu anggaran APBD 2014 diartikan sebagai pagu belanja, maka kata Ahok, akan ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam APBD TA 2015 sebesar Rp9 triliun.

"Kalau anda menafsirkan (pasal 314 dalam UU Pemda 2014) itu pagu belanja, berarti sebelum tanda tangan menteri sudah (ada) SiLPA Rp9 triliun. Dari mana Pak Dirjen menafsirkan (pagu anggaran sebagai) pagu belanja?" ujar Ahok lagi.

"Ini jelas kita sudah baca (undang-undang) kok. Pagu APBD dan pagu belanja beda lho," tambah Ahok menegaskan.

Tak hanya itu, saking kesalnya, Ahok mengaku telah melayangkan protes secara langsung kepada Mendagri Tjahjo Kumolo melalui telepon, pada Jumat pagi ini. Atas protes tersebut menurutnya, Kemendagri pun menjamin penandatanganan APBD DKI Jakarta TA 2015 akan selesai pada Senin (13/4) depan. Ahok sendiri mengaku akan menerima apa pun keputusan dari Mendagri pada Senin besok.

"Makanya saya protes ini, kalau gitu ceritanya. Tapi gimana kalau Mendagri putuskan juga Rp63 triliun? Ya, manut dong. Kita harus ngikut. Mau bilang apa? Senin mau ditandatangani (APBD 2015) oleh Menteri Dalam Negeri. Senin, (APBD 2015) sudah bisa kita ambil," tandas Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Percaya PHL Monas Belum Digaji, Ahok: Itu Siapa yang Benar?

Tak Percaya PHL Monas Belum Digaji, Ahok: Itu Siapa yang Benar?

News | Jum'at, 10 April 2015 | 15:30 WIB

Disebut Sebagai Masalah Buat Jakarta, Ahok: Semacam Vitamin Aja

Disebut Sebagai Masalah Buat Jakarta, Ahok: Semacam Vitamin Aja

News | Jum'at, 10 April 2015 | 12:54 WIB

Ditantang Ahok, Ongen: Siapa yang Berani dengan Temannya Presiden

Ditantang Ahok, Ongen: Siapa yang Berani dengan Temannya Presiden

News | Kamis, 09 April 2015 | 17:12 WIB

Ahok: DPRD Baik di Depan, Ternyata di Belakang HMP

Ahok: DPRD Baik di Depan, Ternyata di Belakang HMP

News | Kamis, 09 April 2015 | 14:24 WIB

Terkini

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×