Cerita Dua Anak Muda Bandung Ciptakan Logo KAA 2015

Ruben Setiawan | Suara.com

Rabu, 15 April 2015 | 02:15 WIB
Cerita Dua Anak Muda Bandung Ciptakan Logo KAA 2015
Logo Peringatan Konferensi Asia Afrika 2015. (Antara/Andika Wahyu)
"Ini adalah sebagai bentuk kontribusi saya sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di Bandung untuk Peringatan Konferensi Asia Afrika, yang ke 60 tahun".

Itulah kalimat yang dilontarkan oleh salah seorang konseptor pembuat Logo Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60, Muhammad Yahya, di Bandung, Selasa (14/4).

Logo KAA Ke-60 itu diciptakan oleh dua orang anak muda Bandung yang tergabung dalam Komunitas Bandung Desain Independen yakni Muhammad Yahya dan Firman Mustari.

Peluncurkan Logo resmi KAA Ke-60 sendiri telah dilakukan oleh Museum Konferensi Asia Afrika Bandung, pada awal Maret 2015 lalu.

Lulusan Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) itu memang diminta langsung oleh Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil selaku panitia lokal pelaksanaan KAA Ke-60 untuk menyumbangkan idenya untuk pembuatan logo KAA.

"Sebelumnya memang kami tergabung dalam perkumpulan kreatif dan sering mengerjakan pekerja desain mendesain. Dan kebetulan kenal sama Kang Emil. Dan Kang Emil meminta bantuan kita untuk membuat ini," kata dia.

"Tapi waktu itu Kang Emil (Wali Kota Bandung) ada tugas ke Jepang. Jadi kita diutus untuk bertemu dengan Menkominfo Pak Rudiantara, untuk mempersiapkan dari sisi komunikasi butuh identitas. Makanya kita ketemu hari itu juga, kerja satu malam karena ini harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian lainnya dan Pak Presiden Jokowi," tambah Yahya.

Tanpa disangka, panitia pusat penyelenggara KAA Ke-60 memutuskan bahwa desain logo yang dibuat oleh mereka terpilih menjadi logo resmi Peringatan KAA Ke-60.

"Alhamdulilah, ternyata pemerintah memutuskan untuk memilih logo yang kami buat. Kaget dan sempat tidak menyangka bahwa mereka memilih karya kami," kata dia.

Yahya mengatakan, logo KAA yang dibuatnya dalam satu hari ini lebih menonjolkan unsur kekinian yang dihadapi oleh bangsa Asia Afrika dan jauh dari aroma politik, sederhana, mudah dipahami namun tidak mengurangi unsur seni dan semangat KAA.

"Kalau dulu itu kan urusannya politik, urusan negara-negara yang terjajah, kemudian pesan anti kolonialisme. Nah kalau sekarang itu kita (negara Asia-Afrika) tidak bisa dipisahkan, dan itu semua sama," ujar lulusan Desain Produk Institut Teknologi Bandung ini.

Unsur kekinian yang ditampilkan pada logo KAA tersebut, kata dia, bisa dilihat dari warna serta bentuknya yang lebih dinamis dibandingkan logo KAA tahun sebelumnya.

Ia menuturkan, wujud dari logo KAA Ke-60 adalah dua buah huruf a kecil berwarna merah dan hijau yang digabungkan ada ada garis relevansi.

"Kemudian kalau diamanati, huruf a yang digabung itu terlihat menjadi angka 60. Lalu ada warna merah dan hijau, itu merahnya Asia, hijaunya Afrika," kata dia.

Garis interseksi atau persinggungan pada logo tersebut, lanjut dia, menandakan keterikatan dan persaudaraan di antara bangsa Asia Afrika.

"Dan untuk tetap mempertahankan unsur sejarah KAA pada logo baru ini, kita pastinya melakukan riset terlebih dahulu seperti melihat dokumentasi zaman dulu, terus apa saja yang sudah dibuat mengenai acara Asia Afrika," kata dia.

Hibah Logo Tidak hanya tanah atau uang yang bisa dihibahkan, Muhammad Yahya dan Firman Mustari pun menghibahkan logo KAA Ke-60 yang dibuatnya.

"Kita memberikan sepenuhnya desain logo KAA tersebut kepada panitia pusat. Tapi kita tetap pemegang hak ciptanya. Selebihnya kita hibahkan, ibaratnya," kata Firman Mustari.

Logo tersebut, kata Firman, merupakan bentuk sumbangsih ia dan rekannya untuk negara ini.

"Sebuah kebanggaan tersendiri ketika diberi kabar bahwa logo kami yang terpilih," kata dia.

Sebenarnya ia dan Yahya membuat lima ide alternatif terkait desain logo KAA tersebut dan itu semua dibuat di kediaman Firman di Jalan Taman Cibunut Kota Bandung.

Namun, kata dia, setelah semua draf yang dibuatnya disodorkan kepada Menkominfo Rudiantara rupaya memilih logo yang ditetapkan sekarang.

Atas karyanya membuat logo KAA tersebut, Firman dan Yahya mengaku tidak dibayar sepeser pun karena apa yang mereka lakukan itu adalah persembahannya untuk bangsa ini.

"Jadi selama membuat logo tersebut saya dan Yahya tidak memikirkan materi. Dan memang sebelumnya sudah ada obrolan soal semangat solidaritas, kebersamaan, dan keinginan anak muda untuk bangsa Indonesia ini," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kominfo Siapkan 250 Komputer untuk 1.000 Jurnalis Peliput KAA

Kominfo Siapkan 250 Komputer untuk 1.000 Jurnalis Peliput KAA

News | Rabu, 15 April 2015 | 00:49 WIB

Polri Bentuk Tim Khusus Awasi Menu Hidangan Delegasi KAA

Polri Bentuk Tim Khusus Awasi Menu Hidangan Delegasi KAA

News | Selasa, 14 April 2015 | 20:16 WIB

Tamu Negara yang Hadiri KAA akan Mendapat Batu Pancawarna

Tamu Negara yang Hadiri KAA akan Mendapat Batu Pancawarna

News | Sabtu, 11 April 2015 | 14:59 WIB

Aktivis HAM Sayangkan Jokowi Undang Presiden Sudan ke KAA

Aktivis HAM Sayangkan Jokowi Undang Presiden Sudan ke KAA

News | Kamis, 09 April 2015 | 12:53 WIB

Apel Siaga Konferensi Asia Afrika

Apel Siaga Konferensi Asia Afrika

Foto | Rabu, 08 April 2015 | 11:50 WIB

Sebanyak 4.236 Personel Polisi Siap Amankan KAA

Sebanyak 4.236 Personel Polisi Siap Amankan KAA

News | Rabu, 08 April 2015 | 09:45 WIB

Sambut KTT Asia Afrika, Warga Kampung Kumuh Tak "Disingkirkan"

Sambut KTT Asia Afrika, Warga Kampung Kumuh Tak "Disingkirkan"

News | Senin, 06 April 2015 | 11:00 WIB

Penyelenggaraan KAA 2015 Habiskan Dana Rp200 M

Penyelenggaraan KAA 2015 Habiskan Dana Rp200 M

News | Kamis, 02 April 2015 | 19:00 WIB

Peringatan KAA ke-60, Kepala Negara Diminta Tak Bawa Jet Pribadi

Peringatan KAA ke-60, Kepala Negara Diminta Tak Bawa Jet Pribadi

News | Kamis, 02 April 2015 | 12:38 WIB

Kereta Argo Parahyangan akan Layani Delegasi KAA

Kereta Argo Parahyangan akan Layani Delegasi KAA

News | Kamis, 02 April 2015 | 10:25 WIB

Terkini

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026,  Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:43 WIB

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:39 WIB

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:03 WIB

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:58 WIB

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB