Pangdam Wirabuana Ajak Masyarakat Bersatu Melawan Teroris

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 18 April 2015 | 09:36 WIB
Pangdam Wirabuana Ajak Masyarakat Bersatu Melawan Teroris
Salah satu latihan tempur personel TNI di daerah Poso.[Antara]

Suara.com - Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar mengajak masyarakat Poso di Sulawesi Tengah untuk bersatu melawan terorisme. Hal itu dikatakannya sebagai cara yang paling ampuh dan cepat untuk mengusir teroris dari bumi Poso.

"Persatuan itu diwujudkan dalam bentuk komitmen bersama, untuk berani melaporkan kepada aparat bila mengetahui keberadaan teroris, dan tidak seorang warga pun yang memberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk apa pun," ungkap Pangdam Wirabuana, saat bertatap muka dengan warga Desa Masani Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Jumat (17/4/2015) petang.

Desa Masani yang membawahi Dusun Tamanjeka, selama ini oleh warga Poso dan aparat keamanan dikenal sebagai pusat aktivitas pelatihan militer kelompok teroris pimpinan Santoso. Para teroris sendiri diyakini sudah meninggalkan lokasi persembunyian mereka, setelah TNI menjadikan kawasan itu sebagai tempat latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), sepanjang 31 Maret sampai 17 April 2015 lalu, yang melibatkan 3.500 personel TNI AD, AL dan AU.

Menurut Pangdam, para teroris selama ini bisa bercokol di hutan-hutan Poso, lantaran warga takut untuk melaporkan keberadaan mereka. Lebih dari itu menurutnya, justru ada pula warga yang membantu mereka (teroris) khususnya dalam menyuplai logistik.

"Para teroris itu tidak mungkin bisa bertahan begitu lama di hutan sekitar Poso ini, kalau warga tidak memberi mereka beras, gula atau garam. Mereka mau dapat garam dari mana di hutan lebat itu, kalau bukan warga yang memberikan?" ujar Bachtiar, sambil menunjuk hutan-hutan lebat di sekitar desa tersebut.

Bachtiar pun menegaskan bahwa selama latihan tempur PPRC dalam tiga pekan ini, TNI sudah mengetahui secara detail lokasi-lokasi persembunyian dan pelatihan para teroris tersebut.

"Kami pasti akan terus mengawasi lokasi-lokasi tersebut, agar mereka tidak kembali lagi ke situ. Itu sudah pasti. Itu 'mainan' kami nanti, demi memulihkan rasa aman warga Poso," ujarnya.

Pangdam juga mengemukakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, TNI akan menggelar operasi penguatan teritorial di wilayah Poso, yang salah satu sasaran utama adalah meningkatkan pengamanan swakarsa bekerja sama dengan rakyat. Sehubungan dengan itu, dia meminta warga untuk mengaktifkan pos pengendalian penduduk, yang akan melakukan pencegahan dini saat masuknya warga yang tidak dikenal atau dicurigai.

"Kalau ada orang pakai cadar masuk ke sini, jangan takut untuk meminta identitasnya dan menanyakan maksudnya. Siapa tahu orang itu ternyata Santoso (pimpinan teroris Poso)," ujarnya lagi.

"Jangan beri peluang sedikit pun kepada para teroris yang membawa ajaran ISIS itu untuk masuk Poso lagi. Kita harus bekerja sama untuk menumpas mereka," tegas Bachtiar, sambil menambahkan bahwa Poso berpeluang besar untuk maju seperti daerah-daerah lain, asalkan masalah keamanannya terjamin. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teroris Punya Toko Bahan Kimia Beromset Miliaran

Teroris Punya Toko Bahan Kimia Beromset Miliaran

News | Selasa, 14 April 2015 | 10:48 WIB

Terkini

Pertalite di SPBU Modular Makassar Kini Pakai Sistem Ganjil-Genap

Pertalite di SPBU Modular Makassar Kini Pakai Sistem Ganjil-Genap

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:57 WIB

10,8 Juta Keluarga Minta Bansos Baru, 4 Juta Warga yang Sempat Luput Kini Dapat Bantuan

10,8 Juta Keluarga Minta Bansos Baru, 4 Juta Warga yang Sempat Luput Kini Dapat Bantuan

News | Senin, 14 September 2026 | 14:54 WIB

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:52 WIB

DPR: Aset Sekolah hingga Pesantren Hasil Korupsi Tetap Dirampas Negara!

DPR: Aset Sekolah hingga Pesantren Hasil Korupsi Tetap Dirampas Negara!

News | Senin, 14 September 2026 | 14:50 WIB

5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!

5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:50 WIB

KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit

KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 14:49 WIB

Tipe Sunscreen yang Cocok untuk Cuaca Panas Indonesia, Lengkap dengan 4 Rekomendasi Produknya!

Tipe Sunscreen yang Cocok untuk Cuaca Panas Indonesia, Lengkap dengan 4 Rekomendasi Produknya!

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:47 WIB

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Bakal Diambil Alih Pemerintah Pusat

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Bakal Diambil Alih Pemerintah Pusat

News | Senin, 14 September 2026 | 14:46 WIB

Bisnis Pialang Makin Ketat, Kepercayaan Trader Jadi Tantangan

Bisnis Pialang Makin Ketat, Kepercayaan Trader Jadi Tantangan

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:45 WIB

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

×