Saksi Kunci Tewas, Susi Sampaikan Duka Cita di Depan Para PNS

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 21 April 2015 | 17:15 WIB
Saksi Kunci Tewas, Susi Sampaikan Duka Cita di Depan Para PNS
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (1/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan duka cita atas meninggalnya Yoseph Sairlela, Kepala Pos Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pelabuhan Benjina, Kepulauan Aru, Maluku. Yoseph yang merupakan saksi kunci kasus perbudakan anak buah kapal di Benjina, meninggal di Hotel Treva, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2015).

“Hari ini saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bapak Yoseph Sairlela. Padahal, Pak Yoseph ini salah satu orang yang sangat mengerti soal Benjina di perusahaan PBR. Melalui dia sebenarnya kita mendapat pencerahan dan informasi yang sebenarnya terjadi di Benjina,” kata Susi dalam pidato dalam rangka Peringatan Hari Kartini di Jakarta, Senin (20/4/2015).

Kasus tewasnya Yoseph sekarang sedang dalam penanganan polisi. Polisi mendalami apakah Yoseph dibunuh atau ada faktor lain yang mengakibatkan dia meninggal dunia.

Susi belum mengetahui latar belakang kematian Yoseph karena masih menunggu hasil visum dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

“Saya masih belum mendapat informasi dari kasus Pak Yoseph ini. Semoga dalam satu atau dua minggu hasil visum sudah keluar jadi kita tahu apa penyebab kematian pak Yoseph. Sehingga tidak menimbulkan praduga,” katanya.

Susi enggan menduga-duga apakah kematian Yoseph berkaitan dengan kasus perbudakan di Benjina yang sekarang sedang diselidiki.

“Yang jelas, Pak Yoseph itu tau banyak tentang Benjina karena dia bekerja di sana dan melihat praktek-praktek ilegal yang dilakukan PBR. Tapi saya tidak tahu apa kasus ini ada hubungannya dengan itu atau tidak, karena hasil visum belum keluar,” katanya.

Susi sangat menyesalkan kejadian yang menimpa Yoseph. Padahal, kata dia, dari Yoseph, bisa diketahui secara detail tentang apa saja yang terjadi di Benjina dan sudah berapa lama praktik PT PBR yang melawan hukum.

"Sampai saat ini Pak Yoseph belum membeberkan data atau informasi apapun tentang kasus Benjina selain illegal fishing. Namun, penyelesaian kasus Illegal fishing dan perbudakan tak akan terganggu,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saksi Kasus Perbudakan Kapal Tewas, Polisi Periksa Tiga Saksi

Saksi Kasus Perbudakan Kapal Tewas, Polisi Periksa Tiga Saksi

News | Selasa, 21 April 2015 | 14:34 WIB

Terkini

Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS

Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB

Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar

Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:26 WIB

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?

Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:05 WIB

RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas

RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:04 WIB

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:55 WIB

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:46 WIB

DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim

DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:44 WIB

Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor

Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:38 WIB