Cegah Perbudakan ABK, Menteri Susi Perketat Aturan Izin Tangkap

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 28 April 2015 | 03:16 WIB
Cegah Perbudakan ABK, Menteri Susi Perketat Aturan Izin Tangkap
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjuk peta perairan Indonesia. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Untuk mencegah terulangnya kembali kasus perbudakan yang dilakukan oleh PT Pusaka Benjina Resources (PBR), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan memperketat aturan soal penerbitan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). Hal ini bertujuan untuk menjamin perlindungan anak buah kapal (ABK) RI bila terjadi sesuatu.

"Selama ini kan ABK RI, terutama yang bekerja di kapal asing, ini kan tidak memiliki jaminan kesehatan dan keselamatan. Tidak semua sih. Kalau ABK ini masuk dari agen yang benar (maka ada). Kalau yang tidak benar, tidak ada yang menjamin. Dan para agen ini yang menentukan ABK ini masuk ke perusahaan mana. Jadi mereka asal masukin aja. Kalau ada apa-apa, tidak bisa menuntut siapa pun," papar Susi, saat ditemui di rumahnya, di wilayah Jakarta Selatan, Senin (27/4/2015).

Untuk menghindari hal-hal ini terulang lagi, pihaknya menurut Susi, akan memperketat peraturan tentang penerbitan SIPI dan SIKPI, dengan beberapa syarat. Salah satunya adalah jika pemilik kapal ingin mendapatkan surat izin tersebut, mereka wajib menyertakan asuransi minimal program Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, bagi setiap ABK yang dipekerjakan.

"Ya, kalau mereka tidak menyertakan BPJS, jangan harap mereka bisa dapat SIPI dan SIKPI. Enak aja," tegas Susi.

Selain itu, untuk lebih menjamin keamanan ABK yang bekerja di kapal asing, Susi pun meminta kepada Menteri Ketenagakerjaan untuk membuat sebuah regulasi yang mengatur kelayakan sebuah kapal penangkap ikan. Begitu juga dengan standar agen-agen yang menyalurkan ABK, serta regulasi yang mengatur tentang penetapan standar gaji bagi para ABK yang harus lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang bekerja di darat.

"Saya sudah pernah lihat sendiri gimana kondisi kapal tempat ABK RI bekerja. Itu tidak layak, sempit, dan berdesak-desakan dengan yang lainnya. Terus makanan mereka tidak bergizi, karena kan mereka melaut berbulan-bulan. Dan udah gitu, gaji mereka sering tidak dibayar. Ini sudah kelewatan. Makanya akan dibuat regulasinya, agar ABK itu terjamin," tegasnya.

Sementara itu itu, Susi pun meminta kepada seluruh ABK, untuk terlebih dahulu memiliki sertifikasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait, agar standar-standar yang ditetapkan dapat diterima oleh para ABK.

"Mereka harus punya dulu sertifikasinya, kalau mau berjalan sesuai regulasi. Agar mereka bekerja lebih profesional, dan keselamatan dan kesehatannya dapat dijamin negara. Karena negara hadir untuk memberikan keamanan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:49 WIB

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

RI Kehilangan Potensi US$1 Miliar per Tahun Gegara Benih Lobster Diselundupkan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:30 WIB

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

KKP Sebut Nilai Jual Ikan di Lampung Selatan Naik 20 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:55 WIB

Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan

Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 17:37 WIB

Terpopuler: Kemewahan Toyota Fortuner 2006, Garasi Komisaris Bank BJB Susi Pudjiastuti

Terpopuler: Kemewahan Toyota Fortuner 2006, Garasi Komisaris Bank BJB Susi Pudjiastuti

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2026 | 06:50 WIB

Resmi! Susi Pudjiastuti Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Berapa Gajinya?

Resmi! Susi Pudjiastuti Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Berapa Gajinya?

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 15:07 WIB

Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik

Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 15:22 WIB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×