Usia Bayi Mahasiswi yang Tewas di Kamar Kos Belum Cukup

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 01 Mei 2015 | 05:06 WIB
Usia Bayi Mahasiswi yang Tewas di Kamar Kos Belum Cukup
Ilustrasi jenazah perempuan. [Shutterstock]

Suara.com - Heru Nogroho, Humas RS Sardjito tempat dilakukannya otopsi jenazah SAA, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta yang ditemukan meninggal bersama bayinya, mengatakan bahwa usia jabang bayi itu ternyata belum cukup umur untuk dilahirkan.

"Yang jadi masalah itu berat badan bayi laki-laki yang lahir itu 1.740 gram. Artinya, kehamilannya belum cukup bulan sudah dilahirkan," papar Heru, Kamis (30/4/2015).

Heru menambahkan, dengan berat bayi tersebut, diperkirakan bahwa kehamilan SAA baru mencapai usia tujuh bulan. Sementara dari hasil otopsinya, SAA dipastikan meninggal karena pendarahan hebat pasca persalinan, terutama karena tali pusar bayi yang belum dipotong.

"Yang jelas pendarahan. Begitu bayi dilahirkan, tali pusat kan harus dipotong. Itu gak dipotong, artinya pendarahan. Mengucur darahnya lewat plasentanya itu, lewat tali pusatnya itu," papar Heru.

Terkait hal itu, Heru mengaku merasa heran jika tak ada satu orang pun di kos tempat SAA ditemukan tewas, yang mendengar suara tangisan atau teriakan saat proses persalinan. Sebab menurutnya, bayi tersebut dipastikan menangis saat lahir.

"Saya heran, karena pasti itu teriak. Kan sebelum lahiran kencang-kencang perutnya dan sakit. Saat dilahirkan, bayi juga pasti nangis. Kok gak ada yang dengar. Dan diperkirakan itu sudah meninggal dua sampai tiga hari sebelum ditemukan," ujar Heru.

Sementara saat ditanya lebih lanjut apakah SAA melakukan aborsi tidak aman atau menggunakan obat-obatan untuk melahirkan bayinya, Heru tak mau berkomentar banyak. Hal itu menurutnya merupakan bagian dari rahasia medis.

"Yang jelas kalau pake obat-obatan untuk melahirkan bayinya karena belum cukup bulan, itu pasti ketahuan lewat otopsi. Tapi saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut, karena itu rahasia medis, dan kami sudah memberikan hasilnya pada penyidik Polda DIY," jelas Heru.

Sementara itu, saat ini jenazah SAA beserta bayinya sendiri sudah dibawa ke Lampung, kota asal sang mahasiswi. Mereka dibawa lewat jalur darat pada dini hari tadi. [Wita Ayodhyaputri]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahasiswi S2 IPB yang Tewas di Kamar Diduga Sakit

Mahasiswi S2 IPB yang Tewas di Kamar Diduga Sakit

News | Rabu, 12 November 2014 | 07:27 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×