Dalam tulisan yang dimuat di London Review of Books, Seymour mengklaim bahwa, alih-alih bersembunyi di sebuah rumah di Abbottabad, Pakistan, sebagaimana diklaim selama ini, Bin Laden sesungguhnya sedang ditahan oleh intel Pakistan saat dia dibunuh.
Seymour menyebut, informasi tersebut ia dapat dari seorang pejabat intelijen yang mengetahui informasi awal soal keberadaan Bin Laden di Abbottabad. Si pejabat intelijen mengatakan, Bin Laden ditahan di Abbottabad selama bertahun-tahun sebagai jaminan untuk melawan aktivitas Taliban dan Al Qaeda di negeri tersebut.
Seymour mengungkap, selama ini dunia mendengar informasi yang sama sekali berbeda. Sesaat setelah operasi penyerangan ke rumah persembunyian Bin Laden, Obama mengatakan pada media bahwa AS mengirimkan tim Navy Seal secara rahasia ke Pakistan. Tim tersebut, kata Obama, terlibat baku tembak dengan sejumlah orang di rumah persembunyian Bin Laden.
Selanjutnya: Navy Seal membunuh Bin Laden dengan mudah
Namun, menurut sumber Seymour, pejabat senior Pakistan memberitahu tempat di mana Bin Laden berada demi membina hubungan baik dengan AS sekaligus demi uang hadiah sebesar 25 juta Dolar.
Pemerintah Pakistan, imbuh sumber tersebut, membantu misi Navy Seal dengan memutus aliran listrik ke rumah persembunyian tersebut dan menarik tentara lokal. Pakistan, bersama AS juga dituding bersekongkol untuk membuat cerita bohong bahwa Bin Laden terbunuh dalam serangan pesawat tanpa awak di perbatasan Pakistan dan Afghanistan.
Gedung Putih berulang kali menyatakan bahwa Bin Laden mungkin saja ditangkap hidup-hidup jika ia menyerahkan diri. Namun, berdasarkan keterangan dari sumber Seymour, misi itu benar-benar pembunuhan berencana.
"Anggota Navy Seals diberikan otoritas penuh untuk membunuh lelaki tersebut," kata si pejabat seperti dikutip Seymour.
"Kenyataannya adalah bahwa Bin Laden sedang dalam keadaan cacat, namun kami tidak bisa mengatakan itu," kata pejabat yang sudah pensiun itu.
Pemerintah AS juga dituding berbohong saat mengatakan, Bin Laden masih menerima informasi dan memberikan perintah kepada kelompok Al Qaeda.
"Gedung Putih memberikan kesan seolah-olah Bin Laden masih jadi orang yang penting," kata Seymour mengutip pernyataan dari si pejabat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan klarifikasi maupun berkomentar tentang artikel yang ditulis Seymour. (Independent)