Polisi Imbau Penemu Beras Plastik di Bekasi Tak Panik dan Takut

Siswanto | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2015 | 13:35 WIB
Polisi Imbau Penemu Beras Plastik di Bekasi Tak Panik dan Takut
Ilustrasi beras [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Dewi Septiani, penjual bubur di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang pertamakali menemukan beras yang diduga mengandung plastik, diimbau polisi jangan panik dan takut.

"Yang jelas, Ibu Dewi dilindungi oleh kita," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Bekasi Kota Ajun Komisaris Polisi Siswo kepada Suara.com, Rabu (20/5/2015).

Ketakutan ibu dari tiga anak tersebut tadi pagi disampaikan kepada Suara.com. Ia merasa sangat bingung setelah kemarin, Selasa (19/5/2015), diperiksa anggota Polsek Bantargebang terkait beras yang ditemukannya. Ia takut kalau kemudian disalahkan karena telah mengunggah informasi soal beras ke Instagram dan Facebook, padahal niatnya hanya untuk berbagi pengalaman. Dewi pun sampai ingin minta bantuan lembaga bantuan hukum.

Siswo menduga ketakutan Dewi karena khawatir informasinya tentang beras yang diduga palsu itu tidak terbukti, sementara beritanya sudah menyebar ke hampir seluruh penjuru Nusantara.

"Kan bisa dikatakan yang bikin heboh dia. Sedangkan kita (polisi) cari orang yang mules-mules (setelah makan bubur yang dijual Dewi) susah, kabur, mungkin pada takut. Jadi, tinggal dia (Dewi) yang bertanggungjawab. Tapi kita sebagai polisi tetap melindungi," kata Siswo.

Siswo memastikan kepanikan dan ketakutan Dewi bukan karena teror atau proses interogasi penyidik.

"Bukan karena teror. Juga bukan takut karena diinterogasi. Kan waktu dimintai keterangan sambil ngobrol. Apa yang dilihat, dirasa, apa yang diketahui disampaikan. Ibu itu jujur, kok," kata Siswo.

Siswo mengimbau Dewi santai saja dan masyarakat jangan resah dengan beras yang diduga plastik. Sebab, kata Siswo, buktinya belum ada, mengingat sekarang contoh beras mentah dan yang sudah dimasak oleh Dewi sedang diteliti BPOM.

Pertamakali Dewi menemukan beras yang diduga mengandung bahan plastik itu pada tanggal 13 Mei 2015. Waktu itu, ia membeli enam liter beras di toko langganan seharga Rp8.000 per liter. Ia merasa aneh setelah beras itu diolah menjadi bubur.

Kasus ini telah menyedot perhatian banyak pihak, apalagi terjadi menjelang bulan puasa. Toko beras tempat Dewi membeli beras telah diimbau polisi agar tidak beroperasi dulu untuk sementara waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus

Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:34 WIB

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:41 WIB

Tanggapi Beras Plastik, Djarot: Kurang Ajar, Bisa Bunuh Orang Itu

Tanggapi Beras Plastik, Djarot: Kurang Ajar, Bisa Bunuh Orang Itu

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:32 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB