Pemerintah Tak Ajak Bicara KPK Soal Pembentukan Tim Pansel

Laban Laisila | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2015 | 16:11 WIB
Pemerintah Tak Ajak Bicara KPK Soal Pembentukan Tim Pansel
Plt Ketua KPK Taufiequrachman RUki didampingi empat wakil ketua KPK: Johan Budi, Adnan Pandu Praja, Indriyanto Seno Adjie, dan Zulkarnaen [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum diajak bicara mengenai pembentukan panitia seleksi pimpinan (Pansel) lembaga penegak hukum tersebut.

"Kami KPK tidak pernah diajak bicara tentang pansel pimpinan KPK dan silakan saja itu urusan pemerintah," kata pelaksana tugas (plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki di Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasona Hamonangan Laoly pada 12 Mei 2015 di Istana Wakil Presiden menyatakan sudah memberikan nama-nama calon anggota capim KPK ke Mensesneg Pratikno.

Nama-nama itu akan disaring lagi kemudian diserahkan kepada Presiden.

Setidaknya ada tujuh nama yang beredar masuk menjadi anggota pansel yaitu pakar ilmu hukum pidana Romly Atmasasmita, pakar hukum tata negara Saldi Isra, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, pakar hukum tata negara Refly Harun, mantan Wakapolri Oegroseno, pakar hukum tata negara Margarito Kamis dan mantan pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean.

Namun Tumpak yang dihubungi mengaku belum diberitahu terpilih menjadi anggota pansel pimpinan KPK.

"Saya belum tahu. Belum pernah diberitahu. Paling-paling dengar dari media, Saya juga belum tahu apa ditunjuk menjadi pansel atau tidak, saya tidak tahu." kata Tumpak.

Dia pun menilai periode kerja pansel bila dibentuk saat ini hingga memilih pimpinan KPK jilid IV pada Desember 2015 sudah mencukupi.

"Soal waktu, kalau enam bulan saya rasa cukup. Lima bulan memadai untuk menilai rekam jejak itu.

Namun ia mengakui bahwa ada sejumlah hal yang harus diperbaiki KPK, khususnya terkait putusan MK pada 28 April 2015 MK yang mengubah ketentuan Pasal 77 KUHAP tentang obyek praperadilan sehingga menambah penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan termasuk sebagai obyek praperadilan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Abdullah Hehamahua Usul Capim KPK Otaknya Discanning

Abdullah Hehamahua Usul Capim KPK Otaknya Discanning

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 14:24 WIB

Jokowi Harus Bentuk Pansel Pimpinan KPK Secepatnya

Jokowi Harus Bentuk Pansel Pimpinan KPK Secepatnya

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:55 WIB

Jokowi Teliti Jejak Rekam Pansel Pimpinan KPK

Jokowi Teliti Jejak Rekam Pansel Pimpinan KPK

News | Selasa, 19 Mei 2015 | 18:14 WIB

Waspadai Ada Penyusup Parpol Masuk Pansel Capim KPK

Waspadai Ada Penyusup Parpol Masuk Pansel Capim KPK

News | Minggu, 10 Mei 2015 | 21:18 WIB

Terkini

Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman

Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman

News | Sabtu, 25 April 2026 | 15:15 WIB

KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa

KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa

News | Sabtu, 25 April 2026 | 14:59 WIB

Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan

Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 14:41 WIB

UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum

UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum

News | Sabtu, 25 April 2026 | 14:27 WIB

7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun

7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 14:19 WIB

31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian

31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian

News | Sabtu, 25 April 2026 | 14:17 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional

News | Sabtu, 25 April 2026 | 13:52 WIB

Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali

Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali

News | Sabtu, 25 April 2026 | 13:13 WIB

Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel

Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel

News | Sabtu, 25 April 2026 | 13:05 WIB

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB