Gagal Panen, Petani Jual Anak

Ardi Mandiri

Kamis, 21 Mei 2015 | 06:39 WIB
Gagal Panen, Petani Jual Anak
Ilustrasi gagal panen. (Antara/Rudi Mulya)

Suara.com - Lal Singh, petani desa Mohanpura, putus asa karena badai dan hujan lebat menghancurkan tanaman, yang susah payah dia rawat.

Padahal, Singh menggantungkan harapan pada hasil panen tanamannya untuk membayar utangnya.

Akhirnya, pada Agustus tahun lalu, Singh hanya punya satu pilihan untuk menyelamatkan keuangan keluarga, yaitu menjual dua anak lelakinya untuk bekerja sebagai penggembala selama satu tahun. Dia mendapatkan sekitar Rp6 juta (sekitar 500 dolar AS).

"Saya tidak bisa membayar utang dan perlu modal untuk kembali bertani," kata Singh saat diwawancara di Mohanpuram, negara bagian Madhya Pradesh, India.

Dia mengaku memutuskan menjual anaknya meski mengetahui bahwa "anaknya beresiko dipaksa bekerja dalam kondisi yang kejam.

Pejabat pemerintahan setempat mengatakan bahwa kegagalan panen akibat cuaca ekstrem telah membuat sejumlah keluarga di Madhya Pradesh mengalami kesulitan finansial. Beberapa di antara mereka melakukan bunuh diri sementara yang lain menjual anak.

Pada April, pemerintah setempat berhasil menyelamatkan lima anak yang dipaksa untuk bekerja. Dua anak Singh, Sumit (12) dan Amit (11) yang dijual pada Agustus lalu berada di antara mereka yang berhasil diselamatkan.

Kelima anak itu melarikan diri dari tempat mereka bekerja namun takut untuk pulang karena khawatir akan reaksi orang tuanya. Orang yang mempekerjakan mereka telah ditahan dengan tuduhan pengurungan anak.

Menurut keterangan pejabat daerah setingkat kabupaten Harda, Rajnish Shrivastava, masih banyak petani-petani lain yang menukar anaknya dengan sejumlah uang.

"Kami tidak dapat membiarkan anak-anak diperjual-belikan sedemikian rupa," kata dia.

Bunuh Diri Di sisi lain, jalan keluar lain bagi petani India yang gagal panen selain menjual anak adalah dengan bunuh diri.

Angka bunuh diri di kalangan petani di India baru-baru ini naik tajam. Sekitar 40 petani tercatat melakukan tindakan tersebut di Madhya Pradesh pada periode Februari sampai Mei 2015.

Menurut data pemerintah, Madhya Pradesh adalah daerah paling parah terkena musibah gagal panen. Lebih dari 570.000 hektar rabi--gandum dan tanaman lain yang ditabur pada musim dingin dan dipanen pada musim semi--rusak karena hujan lebat dan badai.

Keadaan serupa menimpa sejumlah negara bagian lain seperti Maharashtra, Rajasthan, dan Punjab, demikian keterangan aktivis lembaga Right to Food, Sachin Jain.

Pemerintahan di negara-negara bagian tersebut mengaku telah membantu para petani. Namun para aktivis mengatakan bahwa proses distribusi bantuan tersebut memakan waktu terlalu lama.

Jain sendiri mengatakan bahwa korupsi di sejumlah wilayah menyebabkan bagian untuk petani menjadi semakin kecil.

"Lebih dari itu, jumlah kompensasi yang diterima petani jauh dari cukup untuk membayar hutang-hutang mereka," kata dia. (Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Kisah 1 Juta 'Suku Tikus' di Beijing

Sibad Nyaris Tergiur Kencani Lelaki Hidung Belang

Inikah Penampakan Wajah Asli Shakespeare?

Mutilasi Anak, Perawat Ini Dihukum Seumur Hidup

Ashanty Ungkap Alasan Aurel dan Tommy Putus

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setiap Tahun, Setengah Juta Petani Beralih Profesi

Setiap Tahun, Setengah Juta Petani Beralih Profesi

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2015 | 11:24 WIB

Terkini

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Kenapa Jerawat Punggung Bisa Muncul? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Jerawat Punggung Bisa Muncul? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Aroma Salju dan Udara Pegunungan, Jadi Inspirasi Baru dalam Dunia Parfum

Aroma Salju dan Udara Pegunungan, Jadi Inspirasi Baru dalam Dunia Parfum

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Jelang Demo 28 Oktober, Komnas HAM Ingatkan Aparat Bertindak Humanis

Jelang Demo 28 Oktober, Komnas HAM Ingatkan Aparat Bertindak Humanis

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:56 WIB

OJK Akui Belum Belum Penuhi Permintaan MSCI soal Penegakkan Hukum di Pasar Modal

OJK Akui Belum Belum Penuhi Permintaan MSCI soal Penegakkan Hukum di Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Motor Raib Saat Makan di Warteg, Teriakan Korban Bikin Terduga Pelaku Tertangkap

Motor Raib Saat Makan di Warteg, Teriakan Korban Bikin Terduga Pelaku Tertangkap

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Politikus Singapura 'Ancam' Putus 90 Persen Jalur Internet Indonesia

Politikus Singapura 'Ancam' Putus 90 Persen Jalur Internet Indonesia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi

Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:50 WIB

×