- Seorang pengemudi di Amerika Serikat tewas akibat inflator airbag pengganti bermasalah pada 27 Agustus 2026.
- NHTSA melarang inflator buatan DTN asal China karena dapat pecah dan menyemburkan serpihan logam berbahaya.
- Pemilik kendaraan diimbau memeriksa sistem airbag kepada teknisi terpercaya agar menggunakan komponen pengganti yang aman.
Suara.com - Pemilik mobil sebaiknya tidak sembarangan mengganti airbag setelah kendaraan mengalami kecelakaan. Pasalnya, komponen pengganti yang tidak sesuai standar keselamatan bisa membahayakan pengemudi saat airbag kembali bekerja.
Mengutip Carscoops, seorang pengemudi Chevrolet Equinox 2018 di Dallas, Amerika Serikat, tewas pada 27 Agustus 2026 akibat inflator airbag pengganti yang bermasalah. Kasus ini menjadi kematian ke-11 yang berkaitan dengan komponen tersebut.
Kasus tersebut melibatkan inflator airbag dengan kode DTN60DB yang dibuat oleh perusahaan asal China yaitu Jilin Province Detiannuo Safety Technology Co. atau DTN.
Masalahnya, inflator ini dapat pecah saat airbag mengembang dan menyemburkan serpihan logam ke arah pengemudi seperti ke bagian dada, leher, mata, hingga wajah yang dapat menyebabkan cedera serius hingga kematian.
National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) sebelumnya telah melarang impor dan penjualan inflator dengan kode tersebut di Amerika Serikat. Lembaga ini menyatakan komponen itu memiliki cacat yang dapat meningkatkan risiko cedera serius atau kematian.
Sementara itu, DTN membantah inflator tersebut terbukti dibuat oleh mereka untuk digunakan pada kendaraan di Amerika Serikat. Perusahaan menyebut komponen bermasalah tersebut kemungkinan merupakan produk palsu yang menggunakan merek DTN. Meski demikian, NHTSA tetap menyatakan inflator dengan kode DTN60DB berbahaya.
Sebagai imbauan, NHTSA mengingatkan pemilik mobil bekas untuk memperhatikan riwayat kendaraan terutama mobil yang pernah mengalami kecelakaan hingga airbag mengembang dan kemudian mendapat penggantian komponen airbag.
Pemilik kendaraan juga disarankan memeriksakan sistem airbag kepada teknisi terpercaya untuk memastikan komponen penggantinya sesuai dan aman.
NHTSA juga mengingatkan pemilik mobil agar tidak mencoba membongkar atau memeriksa airbag sendiri karena komponen tersebut dapat mengembang secara tiba-tiba dan menyebabkan cedera serius.mobm