Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Setiap Tahun, Setengah Juta Petani Beralih Profesi

Doddy Rosadi | Suara.com

Kamis, 12 Maret 2015 | 11:24 WIB
Setiap Tahun, Setengah Juta Petani Beralih Profesi
Ilustrasi: Seorang petani menebar pupuk di areal sawah. (Antara/Dedhez Anggara)

Suara.com - Kementerian Pertanian menyatakan setiap tahun ada sebanyak 500 ribu rumah tangga petani yang beralih profesi ke bidang pekerjaan lain karena selalu mengalami kerugian disebabkan berbagai faktor, termasuk akibat tingginya biaya produksi yang meningkatkan resiko kerugian.

"Itu adalah salah satu persoalan yang menjadi temuan. Menteri Pertanian selama menjabat tiga bulan terakhir ini, telah berkunjung ke 22 provinsi dan sejumlah kota di Indonesia. Ada lima masalah yang menjadi temuan berkaitan dengan rencana swasembada pangan," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Resmono.

Momon Resmono menjabarkan, lima masalah tersebut yang pertama adalah kerusakan infrastruktur terutama pada jaringan irigasi yang mencapai 52 persen. Menurut dia, banyak irigasi baik primer maupun skunder tidak tertangani dengan baik setelah sekian lama. Karena itu, ia mengatakan melalui revolusi anggaran Kementan, perbaikan jaringan irigasi menjadi skala prioritas termasuk dari dana APBN Perubahan, .

"Kementan menargetkan jaringan irigasi kedepan bisa mengairi 3 juta hektare lahan pertanian. Kemudian Kemen PU juga mendukung dengan memperbaiki 49 waduk termasuk jaringan irigasi primer maupun sekunder dengan anggaran yang mencapai Rp4 triliun tahun 2015," katanya.

Masalah kedua, lanjutnya, adalah persoalan benih karena pada 2014 realisasi benih secara nasional tidak lebih dari 20 persen.

Masalah ketiga adalah ketersediaan pupuk terutama untuk memenuhi enam tempat di Jawa Tengah dimana sempat masuk distributor pupuk ilegal, yang tadinya subsidi kemudian diubah menjadi pupuk non subsidi sehingga mendatangkan kerugian besar bagi petani.

Untuk mengatasinya, Kementan bekerjasama dengan TNI/Polri hingga telah berhasil menangkap para pelakunya.

Masalah keempat menurut dia adalah masalah tenaga kerja, dimana pada tahun 2003 berdasarkan data Biro Pusat Statistik ada sekitar 31 juta tenaga kerja di sektor pertanian, tetapi pada 2013, tinggal 26,5 juta sehingga rata-rata setiap tahun rumah tangga petani yang beralih profesi mencapai 500 ribu rumah tangga.

"Masalah terakhir adalah persoalananya ada di Perhiptani. Yakni belum optimalnya peran penyuluhan dalam program-program pertanian. Dan di sinilah saya berharap Perhiptani untuk meningkatkan peran penyuluhan dalam mendukung program-program pertanian," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Turun ke Sawah, Jokowi Juga Janjikan Kenaikan Harga Gabah

Turun ke Sawah, Jokowi Juga Janjikan Kenaikan Harga Gabah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2015 | 17:12 WIB

Jokowi Janjikan 3.000 Traktor bagi Petani Ponorogo

Jokowi Janjikan 3.000 Traktor bagi Petani Ponorogo

News | Jum'at, 06 Maret 2015 | 16:58 WIB

Swasembada Pangan Bisa Dicapai dengan Sejumlah Syarat

Swasembada Pangan Bisa Dicapai dengan Sejumlah Syarat

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2015 | 13:42 WIB

Bappenas: Kesejahteraan Petani Akan Dinaikkan

Bappenas: Kesejahteraan Petani Akan Dinaikkan

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2015 | 12:30 WIB

Presiden: Swasembada Beras Hanya Perlu Waktu Tiga Tahun

Presiden: Swasembada Beras Hanya Perlu Waktu Tiga Tahun

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2015 | 10:59 WIB

Jokowi Perintahkan Bulog Beli Hasil Produksi Petani

Jokowi Perintahkan Bulog Beli Hasil Produksi Petani

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2015 | 12:06 WIB

Terkini

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB