Habibie: Impor Membuat SDM Berkualitas Tinggalkan Indonesia

Arsito Hidayatullah

Senin, 25 Mei 2015 | 05:41 WIB
Habibie: Impor Membuat SDM Berkualitas Tinggalkan Indonesia
BJ Habibie (kedua kanan) bersama Susilo Bambang Yudhoyono, Try Sutrisno dan Xanana Gusmao (kiri), dalam acara 'Supermentor-6: Leaders' di Jakarta, Minggu (17/5/2015). [Antara]

Suara.com - Presiden ke-3 RI BJ Habibie mengatakan, sikap dan perilaku Indonesia yang rajin mengimpor, telah menjadi salah satu penyebab SDM berkualitas Indonesia memilih bekerja di luar negeri dan enggan pulang ke Tanah Air.

"Kalau pulang ke sini tidak ada lapangan kerjanya, karena kita rajin mengimpor produk anak bangsa lain, sedangkan anak bangsa sendiri mampu membikin," ungkap Habibie, usai jamuan makan malam memperingati 25 tahun Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), di kediamannya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Minggu (24/5/2015) malam.

Habibie menyebutkan bahwa jika mereka tetap di Indonesia, maka SDM berkualitas itu akan menganggur saja.

"Kita harus konsentrasi memanfaatkan produksi dalam negeri sebanyak mungkin. Kalau konsisten dikerjakan, maka mereka juga akan tetap di Indonesia," katanya.

Habibie pun mengatakan bahwa pokoknya, orang-orang dengan kemampuan lebih itu harus bekerja, karena dengan bekerja dia bisa menjadi unggul.

"Kalau nganggur, bakal sudah habis kemampuan unggulnya," katanya.

Disebutkan Habibie lagi, dirinya sendiri dulu membangun industri strategis yang dapat memproduksi berbagai produk, seperti kereta api, kapal terbang, hingga senjata. Namun lantaran reformasi, industri strategis itu kemudian dibubarkan.

"Kita ramai-ramai menikamnya, membunuhnya, dibubarkan. Itu dalam kacamata saya. Kriminal. Bayi perlu pembelajaran agar menjadi manusia produktif. Kalau anak sakit, dibawa ke rumah sakit untuk disehatkan," katanya.

Menurut Habibie, sebuah perusahaan yang baru didirikan sama halnya dengan bayi yang dilahirkan. Yaitu ketika dia mengalami kesulitan cash flow, maka harus disehatkan.

"Industri strategis waktu itu dibubarkan, saya protesnya bukan main. Tapi tidak didengar. Dalam kacamata saya, pembubaran itu kriminal. Tapi saya tidak sampaikan eksplisit, karena bisa timbulkan sikap emosional," katanya.

Habibie berpendapat, Indonesia harus mengandalkan masa depannya pada keunggulan SDM-nya. Untuk itu, dibutuhkan biaya yang diperoleh dari penjualan SDA yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Habibie Tantang AIPI Cetak Seribu Ilmuwan Tahun Ini

Habibie Tantang AIPI Cetak Seribu Ilmuwan Tahun Ini

News | Minggu, 24 Mei 2015 | 13:27 WIB

Terkini

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:36 WIB

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:33 WIB

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:26 WIB

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:25 WIB

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:20 WIB

6 Sunscreen Terbaik untuk Wanita di Atas 40 Tahun dengan Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

6 Sunscreen Terbaik untuk Wanita di Atas 40 Tahun dengan Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:20 WIB

Cara Membedakan Kulit Sawo Matang dan Kuning Langsat, Begini Ciri-cirinya

Cara Membedakan Kulit Sawo Matang dan Kuning Langsat, Begini Ciri-cirinya

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:19 WIB

×