India Selamatkan 26 Korban Pedagangan Manusia Pascagempa Nepal

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 26 Mei 2015 | 07:05 WIB
India Selamatkan 26 Korban Pedagangan Manusia Pascagempa Nepal
Anak-anak dan orang dewasa meratapi keadaan Nepal yang hancur pascagempa. (Reuters)

Suara.com - Otoritas India menyelamatkan lebih dari 20 anak-anak Nepal dari jaringan perdagangan manusia. Sindikat perdagangan manusia kini menyasar kepada keluarga miskin korban gempa bumi di Nepal.

Gempa bumi 7,8 SR di Nepal menewaskan lebih dari 8.600 orang. Gempa menghancurkan desa dan ratusan ribu orang kehilangan rumah dan harta benda mereka.

Guardian melansir, Senin (25/5/2015), para pegiat di sana memperingatkan anak-anak, perempuan dan remaja rentan terhadap penculikan dan pedagangan anak. Mereka semua terancam untuk dipasok ke rumah pelacuran di Asia Selatan. Namun dalam operasi Bihar, India Utara, otoritas menyebutkan anak-anak yang mempunyai orangtua yang kehilangan pekerjaan karena bencana itu adalah sasaran empuk penculikan.

"Kami telah diselamatkan 26 anak dari cengkeraman perdagangan manusia dalam 20 hari terakhir. Mereka akan dikirimkan ke pusat rehabilitasi," kata pejabat senior di Kabupaten Champaran Bihar Timur, Sanjeev Kumar.

Warga desa-desa miskin di India Utara banyak bekerga di Nepal. Namun mereka kehilangan kerjaan karena gempa menghancurkan tempat mencari nafkahnya. Mereka menyebrang ke India melalui pos perbatasan Raxaul. Mereka yakin membiarkan anak-anak yang masih berusia 8 sampai 14 tahun untuk berpergian jauh. Karena seseorang berjanji untuk memberikan mereka pekerjaan dengan gaji cukup dan kondisi nyaman. Namun aksi itu digagalkan. Empat pelaku perdagangan anak ditangkap.

Meski India menyelamatkan korban perdagangan manusia, ini akan tetap menjadi masalah serius.

Pekan lalu saja ada 28 anak-anak korban perdagangan manusia yang diselamatkan dari pabrik garmen di Kota Ludhiana di sebelah barat. Mereka dipekerjakan di sana, termasuk 8 anak dari Nepal. Penyelamatan dilakukan oleh sebuah LSM. Anak-anak itu dibayar sekitar 150 rupee seminggu untuk menjahit kaos.

"Setelah bencana Nepal, ketakutan anak-anak dan perempuan terjerumus ke geng pedagang manusia telah meningkat berlipat ganda. Kami berjaga dengan ketat di sepanjang perbatasan India-Nepal untuk mencegah kejadian seperti itu," kata Kumar.

Sebab perbatasan antara India dan Nepal yang panjangnya sampai 1,751 km sangat sedikit petugas yang berpatroli.

YK Gautam, koordinator LSM Action Against Trafficking and Sexual Exploitation of Children di Bihar menggambarkan situasi itu sangat serius. Dia menyebut perbatasan India-Nepal di Raxaul menjadi titik rentan perdagangan manusia. (Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kini Nepal Terancam Banjir Bandang

Kini Nepal Terancam Banjir Bandang

News | Minggu, 24 Mei 2015 | 12:28 WIB

Sebanyak 117 Orang Diselamatkan dari Desa Terpencil di Nepal

Sebanyak 117 Orang Diselamatkan dari Desa Terpencil di Nepal

News | Selasa, 12 Mei 2015 | 13:27 WIB

Dubes RI Pimpin Langsung Tim ke Langtang Nepal

Dubes RI Pimpin Langsung Tim ke Langtang Nepal

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 18:15 WIB

Seribu Insinyur Mulai Perbaiki Rumah di Nepal

Seribu Insinyur Mulai Perbaiki Rumah di Nepal

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 17:20 WIB

Terkini

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

×