Video Anak Berhubungan Seks Jadi Perhatian DPR

Selasa, 26 Mei 2015 | 14:24 WIB
Video Anak Berhubungan Seks Jadi Perhatian DPR
Sidang paripurna DPR [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Peredaran video bocah tengah berhubungan seks di dekat kebun pisang yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian DPR.

Belajar dari kasus tersebut, Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay mengimbau para orang tua benar-benar mampu menjaga tumbuh kembang anak agar tidak menyimpang.

"Kita minta keluarga, khususnya orang tua yang punya anak, itu perlu mewaspadai sehingga kasus seperti ini tidak terjadi kalau ada pengawasan yang ketat dari keluarga. Kenapa perlu diawasi? Karena memang teknologi informasi dan komunikasi semakin canggih menyebabkan anak-anak lebih cepat dewasa daripada semestinya. Jadi ya penting dilakukan orang tua," kata Saleh di DPR, Selasa (26/5/2015).

Anggota Fraksi PAN menyarankan jangan semua keinginan anak dipenuhi orang tua agar mereka belajar. Orang tua, katanya, harus selektif dalam memenuhi keinginan anak.

"Tidak semua fasilitas teknologi dipenuhi seperti orang besar. Harus ada filter. Rasa sayang kepada anak kan nggak dengan memberikan semuanya," kata dia.

Selain di rumah, orang tua juga perlu mengawasi lingkungan bermain anak. Sebab, anak memiliki sifat dasar sebagai peniru.

"Ini juga jangan-jangan, walaupun bukan punya anak, tapi punya temannya dan menunjukannya pada dia, dan terjadilah seperti ini. Supaya ini tidak terjadi, ini tugas masyarakat, semua orang harus bisa diajak kerja sama, tidak hanya satu-dua orang, untuk memperbaiki situasi, kondisi, dan lingkungan masing-masing untuk membangun pribadi anak," kata Saleh.

Anak juga menjadi tanggungjawab pemerintah. Pemerintah harus memberikan pendidikan yang baik, terutama dengan berkontribusi menciptakan konten positif di televisi.

"(Tontonan di televisi) Kita lihat banyak yang tidak ramah dengan anak, mulai dari kekerasan, adegan romantisme yang ditayangkan setiap waktu dan tidak kenal jam. Juga infotainment-infotainment itu juga kan tidak ramah dengan anak," ujarnya.

"Karenanya, kita minta pemerintah untuk berusaha, bekerja keras, menciptakan semacam tontonan yang bisa disajikan dan khas ketimuran, tidak diimpor, yang belum tentu sesuai dengan ketimuran kita. Dan itu tugas yang dikerjakan oleh lintas kementerian dan lembaga," kata Saleh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI