KPAI Lakukan Pencarian Lokasi Pembuatan Video Seks Anak-anak

Siswanto

Selasa, 26 Mei 2015 | 11:39 WIB
KPAI Lakukan Pencarian Lokasi Pembuatan Video Seks Anak-anak
Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda, saat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/5/2015). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia berkoordinasi dengan sejumlah lembaga negara untuk menangani peredaran video berdurasi empat menit delapan detik berisi dua di bawah umur melakukan hubungan intim yang beredar di internet.

"Kasus ini sudah kita koordinasikan dengan Mabes, Polda Metro Jaya, dan Kominfo," kata Sekretaris Jenderal KPAI Erlinda kepada Suara.com, Selasa (26/5/2015).

Koordinasi dilakukan untuk, pertama menutup akses ke link video tersebut.

"Kita mau menutup akses link, jangan sampai jadi sesuatu yang buruk bagi kelima anak itu, juga jangan sampai terus tersebar," kata Erlinda.

Kedua, agar Kominfo dan kepolisian dapat segera menemukan lokasi pembuatan video seks sehingga anak-anak dapat segera diberi penanganan.

"Dengan demikian, anak-anak itu segera dapat diberikan pendampingan secara psikologi dan untuk rehabilitasi mereka. Mereka harus dijauhkan dengan anak kelompok lain karena sudah punya perilaku seperti itu, meski sebenarnya anak-anak itu tidak paham apa yang mereka lakukan," kata Erlinda.

Erlinda mengatakan terus berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya terkait pencarian lokasi pembuatan video.

"Bagi masyarakat yang tahu lokasinya, tolong hubungi kami," katanya.

Ketiga, agar orang dewasa ada di tempat pembuatan video seks tersebut ditindak.

"Orang dewasa yang ada di sana harus bertanggungjawab secara moral dan pidana karena melakukan pembiaran. Ini kita serahkan ke aparat penegak hukum. Nanti kan anak-anak itu akan menjadi saksi, apakah mereka disuruh orang dewasa itu atau bagaimana," kata Erlinda.

 Video porno anak di bawah umur itu mulai diketahui kemarin, Senin (25/5/2015). Dalam video tersebut terlihat anak lelaki dan perempuan berbuat layaknya orang dewasa.

Kedua bocah tersebut melakukannya di tanah kosong dekat kebun pisang, samping tembok gedung. Si anak lelaki terlihat mengenakan kaos dan celana pendek warna gelap. Sedangkan yang perempuan mengenakan kaos panjang warna kuning dan celana pendek warna putih. Aksi dilakukan di depan sejumlah anak.

Orang yang mengambil gambar terdengar memberikan berbagai perintah kepada kedua anak dalam bahasa Jawa untuk melakukan berbagai gaya.

Di bagian akhir, anak-anak itu membubarkan diri, lalu masuk ke dalam  sebuah gedung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPAI Minta KIP Segera Cabut Situs Video Anak Berhubungan Seks

KPAI Minta KIP Segera Cabut Situs Video Anak Berhubungan Seks

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 10:39 WIB

Lagi, Video Porno Anak-anak Beredar Luas di Media Sosial

Lagi, Video Porno Anak-anak Beredar Luas di Media Sosial

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 06:13 WIB

Terkini

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:15 WIB

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:14 WIB

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:02 WIB

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB

Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru

Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:50 WIB

Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik

Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:50 WIB

No Ribet, SPayLater SatSet Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk Layani Kenyamanan Pengunjung

No Ribet, SPayLater SatSet Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk Layani Kenyamanan Pengunjung

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:48 WIB

Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya

Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:37 WIB

Pramono Anung ke Jajaran: Tertibkan Parkir Liar Harus Tegas, Tapi Jangan Berlebihan!

Pramono Anung ke Jajaran: Tertibkan Parkir Liar Harus Tegas, Tapi Jangan Berlebihan!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:35 WIB