Gempa Malaysia, 2 Pendaki Tewas, 139 Lainnya Masih Terjebak

Ardi Mandiri

Sabtu, 06 Juni 2015 | 11:53 WIB
Gempa Malaysia, 2 Pendaki Tewas, 139 Lainnya Masih Terjebak
Ilustrasi jenazah. [Shutterstock]

Suara.com - Sebanyak dua pendaki gunung yang tewas akibat gempa bumi di Sabah, Malaysia, dibawa turun dari Gunung Kinabalu. Sedangkan 139 lainnya yang masih terjebak tekah dievakuasi ke lokasi penginapan pendaki di Laban Rata.

Korban tewas adalah seorang pemandu pendaki Rubbi Sapinggi (30) dan seorang pelajar asal Singapura Rachel Ho Yann Shiuan (12). Mayat kedua korban dievakuasi ke Timpohon Gate di kaki Gunung Kinabalu, Jumat (5/6/2015) malam.

Pemandu pendaki itu diduga tewas akibat tertimpa reruntuhan batu ketika gempa melanda kawasan itu pada pukul 7.15 waktu setempat, demikian dilaporkan media-media lokal di Kuala Lumpur, Sabtu.

Juru bicara Kantor Pencari dan Penyelamat Sabah mengatakan bahwa mayat kedua korban akan dibawa ke Rumah Sakit Queen Elizabeth, Kota Kinabalu untuk diautopsi.

Pihak SAR juga mengonfirmasikan terjadinya gempa susulan pada pukul 21.11 waktu setempat. "Keadaan itu menyebabkan terjadi sedikit runtuhan di KM 1,5 Gunung Kinabalu," katanya.

Sementara itu, sebanyak 137 pendaki yang terjebak di puncak gunung setinggi 4095,2 meter itu, termasuk dua korban yang dilaporkan hilang sebelumnya, dibawa ke lokasi penginapan pendaki di Laban Rata.

Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Alam Sabah Datuk Masidi Manjun mengatakan bahwa mereka berhasil dibawa turun ke Laban Rata oleh 32 pemandu gunung yang mengiringi mereka ketika pendakian.

Masidi mengatakan bahwa para pendaki itu tidak dapat dibawa turun ke kaki gunung karena keadaan laluan menuju ke bawah tidak dapat ditembus.

"Helikopter tidak dapat digunakan untuk menyelamatkan korban karena awan tebal. Dua helikopter polisi hanya dapat menjatuhkan bungkusan selimut, pakaian tebal, dan makanan di Laban Rata untuk keperluan pendaki yang terjebak," katanya.

Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Ranau, Sabah, Malaysia, Jumat (5/6/2015) pukul 07.15 waktu setempat dengan pusat gempa terletak 16 km barat laut Ranau.

Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Nasional, seperti dikutip Bernama, menjelaskan getaran gempa tersebut dirasakan di banyak tempat di Sabah, termasuk Ranau, Tambun, Pedalaman, Tuaran, Kota Kinabalu, dan Kota Belud.

Selain merusak bangunan dan infrastruktur, gempa tersebut juga menyebabkan satu dari puncak Gunung Kinabalu yang dikenal sebagai Donkey's Ear Peak patah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×