Suara.com - Anggota Biro Politik PDI Perjuangan, Hamid Basyaib menilai belum ada orang yang bisa menyaingi sosok Megawati Soekarnoputri di jajaran petinggi partai. Bahkan Presiden Joko Widodo, yang merupakan kader PDIP itu juga belum bisa menyaingi wibawa putri kandung Presiden Sukarno tersebut.
"Cukup sulit bagi Jokowi untuk menyaingi wibawa bu Mega, walau pun dia presiden. Leadershipnya belum kelihatan dengan jelas," kata Hamid dalam diskusi 'Bung Karno Lahir Dimana?: Bagaimana Kita Memperlakukan Sejarah', di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015).
Menurutnya, semua parpol pasti pernah mengalami sebuah perpecahan. Dia mengakui dualisme kepemimpinan juga pernah dialami PDIP saat terpecah menjadi dua kubu pada 1993 dan 1996.
"Dan sebetulnya PDIP tidak solid. Sudah pernah pecah, tahun 1993 dan 1996 itu kan pecah. Habis itu pecah lagi. Faktanya bahwa PDIP sudah pernah pecah. Itu bukan sesuatu yang kosong. Semua parpol pasti ada faksionalisme," katanya.
Hamid mengaku jika hingga saat ini belum ada tokoh yang bisa menyatukan visi dan misi para kader partai berlambang moncong putih ini selain Megawati.