Tim Tunggang Serasi Tambahkan Emas untuk Indonesia

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 06 Juni 2015 | 13:38 WIB
Tim Tunggang Serasi Tambahkan Emas untuk Indonesia
Atlet berkuda andalan Indonesia, Larasati Gading. [Antara/Saptono]

Suara.com - Tim berkuda nomor tunggang serasi (dressage) turut menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia, setelah mampu mengumpulkan poin terbaik pada SEA Games 2015, di Singapore Turf Club Riding Centre, Singapura, Sabtu (6/6/2015).

Pada perlombaan final, Indonesia menurunkan empat atlet terbaiknya. Dimulai dengan Alfaro Manayang yang meraih poin 67,132 persen, Dewi Kunti dengan 62,395 persen, Ferry Wahyu dengan 66,842 persen, serta terakhir Larasati Gading dengan 72,605 persen.

Di babak ini, dari keempat atlet yang turun, hanya diambil tiga terbaik. Total perolehan poin Indonesia akhirnya adalah 206,579 dan berhak mendapatkan medali emas. Sedangkan perak direbut Singapura dengan 201,711 poin, dan Malaysia meraih perunggu dengan 170,737 persen.

Hasil ini langsung disambut dengan sukacita oleh para atlet, berikut ofisial Indonesia yang selama perlombaan memberikan dukungan dari luar lapangan. Salah satu pendukung yang turut memberikan semangat adalah Ketua KOI Rita Subowo.

Rasa bangga pun terlihat jelas pada Larasati Gading yang merupakan atlet penentu kemenangan Indonesia. Turun sebagai penunggang terakhir, istri dari Irvan Gading itu sangat percaya diri, sehingga mampu mengumpulkan poin tertinggi dibandingkan semua atlet yang turun.

"Tentu kami senang bisa meraih emas. Hasil ini menunjukkan jika Indonesia masih menjadi yang terbaik, meski perjuangan untuk meraihnya tidak mudah," kata Larasati Gading seusai perlombaan.

Menurut Larasati, meski mampu meraih medali emas, dirinya berharap seluruh atlet Indonesia tidak lenggah karena persaingan semakin ketat. Seperti yang terjadi pada nomor tim tunggang serasi yang baru saja dipertandingkan, tuan rumah Singapura terbukti mampu memberikan tekanan.

"Singapura investasinya bagus. Kami melihat mereka begitu serius, sehingga kita harus bekerja keras. Untuk semuanya, maksimal, meski ada beberapa kendala," tambah Larasati.

Setelah turun di nomor tim, atlet Indonesia selanjutnya akan turun di nomor tunggang serasi individual. Larasati pun berharap hasil baik akan terus diraih atlet-atlet Indonesia. Apalagi, ke depan banyak kejuaraan yang harus diikuti dengan level yang lebih tinggi.

"Kami melihat latihan di Jerman tidak sia-sia. Semoga untuk nomor selanjutnya kami bisa berlomba dengan baik," ujar peraih medali perak Asian Games 2014 itu pula.

Mampu menyumbangkan emas, membuat Menpora Imam Nahrawi yang turut hadir mengapresiasi perjuangan Larasati Gading dan kawan-kawan. Menpora pun menganggap juri yang menilai perlombaan sangat tepat dalam memberikan penilaian. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpora: Bonus Atlet Tak Akan Telat

Menpora: Bonus Atlet Tak Akan Telat

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 19:51 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB