BPOM Imbau Masyarakat Waspadai Parsel Kadaluarsa

Siswanto, Firsta Nodia

Rabu, 10 Juni 2015 | 17:56 WIB
BPOM Imbau Masyarakat Waspadai Parsel Kadaluarsa
Petugas Balai besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap pedagang makanan di pusat jajanan di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (22/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Permintaan masyarakat akan panganan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kerap dimanfaatkan produsen dan distributor nakal untuk mengeruk keuntungan yang besar. Salah satunya dengan menyelipkan makanan tak layak konsumsi untuk dijual kepada konsumen, seperti pada bingkisan lebaran atau parsel.

Menurut Kepala BPOM, Roy Sparringa, pelaku usaha nakal kerap memiliki modus baru untuk memanfaatkan momen puasa dan lebaran dalam mengeruk keuntungan.

"Parsel ini kesempatan bagi pelaku usaha nakal untuk memasukkan produk yang kadaluarsa atau ilegal. Mereka membuat kemasannya sedemikian rupa seolah-olah barangnya bagus dan dari luar. Sehingga masyarakat kerap tertipu," kata Roy Sparringa dalam temu media di Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Oleh karena itu Roy mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat membeli atau bahkan menerima parsel sebagai bingkisan hari raya. Saat membeli Roy meminta masyarakat agar tidak membuang struk pembelian sebagai alat bukti jika bingkisan parsel tersebut mengandung produk makanan yang ilegal atau kadaluarsa.

"Pastikan struk jangan dihilangkan. Alat bukti ini penting untuk mengungkap. Perhatikan juga label informasi dan waktu kadaluarsa setiap produk yang dibeli," imbuhnya.

Roy menyebut bahwa dari hasil intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan Balai Besar POM di seluruh Indonesia mulai 25 Mei hingga 9 Juni kemarin ditemukan 11.370 kemasan pangan tidak memenuhi ketentuan. 49 persen diantaranya tidak memiliki izin edar, 37 persen sudah kadaluarsa, dan 6 persen dalam kondisi rusak atau tak layak jual.

"Temuan awal ini memang belum terlalu besar, tahun lalu kami menemukan produk tak layak konsumsi senilai Rp14 milyir, oleh karena itu kami imbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan," imbuh Roy.

Selain meminta masyarakat untuk lebih teliti melihat informasi, Roy akan menggandeng pihak terkait seperti asosiasi pengusaha ritel, pasar tradisional dan pihak
pemerintah untuk mencegah peredaran produk pangan tak memenuhi syarat terutama menjelang Ramadhan.

"Pengusaha parsel tolong dipastikan bahwa produk legal yang dimasukkan ke dalam bingkisan parsel," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM Temukan 11 Ribu Produk Pangan Tak Penuhi Syarat

BPOM Temukan 11 Ribu Produk Pangan Tak Penuhi Syarat

Health | Rabu, 10 Juni 2015 | 17:53 WIB

Terkini

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×