Dana Aspirasi Dapil Ditolak JK, Ini Kata Pimpinan DPR

Laban Laisila, Bagus Santosa

Kamis, 11 Juni 2015 | 16:07 WIB
Dana Aspirasi Dapil Ditolak JK, Ini Kata Pimpinan DPR
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, penolakan anggaran dana aspirasi daerah pemilihan (Dapil) yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) disebabkan ketidaktahuannya.

"Pak JK sebetulnya enggak tahu kalau itu sudah ada aturannya. Ini metodenya saja yang kita agak bikin terbalik dibanding dana desa," kata Fahri di DPR, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Fahri memaparkan, dana aspirasi ini diperlukan karena desa tengah membutuhkan dana yang cepat.

Selain itu, dana di daerah juga masih terlalu sedikit, sedangkan dana desa yang menjadi program pemerintah belum berjalan dengan lancar.

"Indonesia ini 17 ribu pulau, terlalu panjang kalau kita memakai jalur birokrasi perencanaan pembangunan seperti selama ini, jadi kita harus betul-betul mengalirkan uang itu ke daerah. Jangan dicurigai seolah-olah ada apa apa, padahal ini ada pengawasan dari BPK dan sebagainya," papar dia.

Selain itu, Politisi PKS ini menerangkan, dana aspirasi dapil sebesar Rp20 Miliar diperlukan karena Anggota DPR selama ini kesulitan menyerap aspirasi yang datang dari masyarakat.

"Selama ini, Anggota Dewan itu cuma datang (ke dapil), pidato dan berdoa. Tapi ketika diminta tolong perbaikan masjid, puskesmas, gereja, bikin selokan, bikin apa itu bungkam karena tidak punya jalur ke dalam perencanaan pembangunan," kata Fahri.

Dana yang dianggarkan untuk setiap anggota dewan selama satu tahun ini, menurut Fahri, akan lebih mudah disalurkan.

Dana ini pun, rencananya akan dimasukan ke RAPBN 2016 dan diteruskan ke APBD setiap daerah. Setiap mendapat masukan dari masyarakat untuk membangun infrastruktur tertentu, maka Anggota DPR tinggal mengusulkannya ke pemerintah setempat.

"Sekali lagi, ini untuk memotong jalur birokrasi yang panjang dan jangan lupa ini uang tidak ada di kantong DPR. Uang sepenuhnya di kantong eksekutif," ujar Fahri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jusuf Kalla Juga Bisa Diperiksa Dalam Kasus Korupsi Kondensat

Jusuf Kalla Juga Bisa Diperiksa Dalam Kasus Korupsi Kondensat

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 16:16 WIB

Beda dengan JK, Ahok Malah Bisa Nikmati Suara Pengajian di Masjid

Beda dengan JK, Ahok Malah Bisa Nikmati Suara Pengajian di Masjid

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 20:45 WIB

DPR Ingin Dana Aspirasi Dapil Rp20 Miliar Masuk ke RAPBN 2016

DPR Ingin Dana Aspirasi Dapil Rp20 Miliar Masuk ke RAPBN 2016

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 11:55 WIB

Banyak Catatan Negatif, Organisasi Fitra Tolak Dana Aspirasi DPR

Banyak Catatan Negatif, Organisasi Fitra Tolak Dana Aspirasi DPR

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 14:28 WIB

Terkini

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:12 WIB

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:06 WIB

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:50 WIB

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:40 WIB

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:21 WIB