Puluhan Sapi di Riau Mati Mendadak

Ardi Mandiri

Sabtu, 13 Juni 2015 | 03:39 WIB
Puluhan Sapi di Riau Mati Mendadak
sapi

Suara.com - Puluhan ternak sapi milik warga Sei Parit, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mati diduga keracunan pestisida.

" Mencapai 16 ekor yang mati di dalam areal perkebunan sawit PTPN V," kata Kepala Desa Perkebunan Sungai Parit Julimin di Rengat, Jumat (!2/5/2015) .

Ia mengatakan, hewan itu biasanya diternakkan petani di daerah lahan perkebunan perusahaan, karena arealnya banyak memiliki pakan yang cocok untuk pertumbuhan hewan yang sudah berlangsung lama.

Sejumlah warga melaporkan hal ini ke pemerintah desa setempat, namun sayang PTPN V menggunakan racun pestisida tidak memberitahukan ke warga sehingga mengakibatkan hewan ternak keracunan, kejadian ini terhitung sejak Senin (8/6) hingga Kamis (11/6).

" Pihak PTPN V melakukan kegiatan meracun hama dengan obat merk BM Tromax 75 SP, sisa tepung dan bungkus racun tersebut berserakan di areal kebun sehingga di duga penyebab ternak sapi milik warga mati mendadak," ujarnya.

Menurut Julimin, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PTPN V agar bisa mempertanggungjawabkan dan mengganti kerugian warga karena kehidupan warga juga ada ketergantungan dengan hasil ternak itu.

" Sebaiknya sebelum melakukan kegiatan pemupukan atau pemberian pestisida tanaman kelapa sawit, pihak PTPN V harus memberitahukan kepada warga melalui pemerintah desa, atau jadwalnya di sampaikan," ujarnya.

Dengan demikian warga dapat mengantisipasinya, untuk sementara waktu tidak melepas ternaknya di lokasi tersebut sehingga ternak tidak mati, jika ada kerja sama yang baik tentu hal semacam ini tidak akan terjadi.

Asisten Kepala (Askep) PTPN V Amo II, JS Sialoho diminta keterangannya mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya hewan ternak sapi mati akibat keracunan di areal kebun PTPN V.

"Tidak ada sapi yang mati di areal kami, itu tidak benar," bantahnya.

Ia juga menyebutkan, pihaknya dalam memberikan racun hama terhadap tanaman kelapa sawit menggunakan sistem insektisida yakni dengan cara menyuntikkan racun hama ke batang pohon.

" Jadi mustahil hewan ternak keracunan karena pemberian racun hama tersebut bukan diserak, tapi sistem suntik," tegasnya.

Pihak PTPN V jauh hari sebelumnya telah melarang warga melepaskan ternaknya di areal perkebunan sawit perusahaan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Minggu Jelang Puasa, Harga Daging Sapi Naik Terus

Dua Minggu Jelang Puasa, Harga Daging Sapi Naik Terus

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2015 | 15:13 WIB

Terkini

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 23:49 WIB

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:43 WIB

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:36 WIB

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:12 WIB

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:01 WIB

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Banten | Selasa, 01 September 2026 | 22:53 WIB

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 22:47 WIB

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Jatim | Selasa, 01 September 2026 | 22:42 WIB

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

News | Selasa, 01 September 2026 | 22:35 WIB

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Sport | Selasa, 01 September 2026 | 22:30 WIB

×