Gunung Colo di Sulteng Berstatus 'Waspada'

Ririn Indriani

Senin, 29 Juni 2015 | 10:31 WIB
Gunung Colo di Sulteng Berstatus 'Waspada'
Ilustrasi gunung. (Shutterstock)

Suara.com - Gunung Colo di Kabupaten Tojo Una-Una kini menjadi perhatian masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah (Sulteng). Sejak meletus terakhir pada 1983, gunung api yang berada di Desa Wakai itu kembali menggeliat.

Pada 24 Juni 2014, Badan Geologi menyatakan status Gunung Colo naik dari "normal" (level I) menjadi "waspada" (level II) karena peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan.

Berbagai media dan surat kabar di Sulteng ramai-ramai memberitakan perubahan status Gunung Colo, sehingga sebagian masyarakat menaruh perhatian lebih, dan sedikit di antaranya menjadi was-was, akankah gunung itu meletus? Gunung Colo yang dalam Bahasa Bugis berarti korek api merupakan gunungapi strato dan berdanau kawah dengan ketinggian 508 meter di atas permukaan laut.

Gunung Colo selama ini dipantau secara visual dan instrumental secara kontinyu dari pos pengamatan yang berada di Desa Wakai, Kecamatan Una-Una.

Aktivitas vulkanik Gunung Colo dicirikan dengan terekamnya gempa-gempa jenis vulkanik dalam (VA) dan gempa vulkanik dangkal (VB).

Sesuai pantauan visual yang dirilis Badan Geologi, keadaan cuaca Gunung Colo selama Juni 2015 pada umumnya cerah hingga mendung, dan sesekali hujan dengan intensitas gerimis hingga deras.

Angin bertiup dari barat dengan kecepatan lemah hingga kencang. Suhu udara berkisar antara 27,3 derajat celcius hingga 36,7 derajat celcius. Gunung Colo juga seringkali tertutup kabut. Pada saat jelas, asap kawah tidak teramati.

Sementara itu, dari pantauan kegempaan pada 1-23 Juni 2015, disebutkan pada 1-7 Juni 2015, terekam lima kali kejadian gempa vulkanik dalam, lima kali kejadian gempa vulkanik dangkal, dan empat kali gempa tektonik jauh.

Pada 8-14 Juni 2015, terekam 16 kali gempa vulkanik dalam, 15 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa tektonik lokal, dan 18 kali gempa tektonik jauh.

Selanjutnya pada 15-22 Juni 2015, terekam 30 kali gempa vulkanik dalam, 33 kali gempa vulkanik dangkal, empat kali gempa tektonik lokal, dan 11 gempa tektonik jauh.

Sementara pada 23 Juni 2015, terekam sembilan kali gempa vulkanik dalam, 11 gempa vulkanik dangkal, empat gempa tektonik lokal, dan sekali gempa tektonik jauh.

Berdasarkan kondisi itu, Gunung Colo dinyatakan meningkat statusnya menjadi "waspada" karena aktivitas gempa vulkanik meningkat hingga lebih dua kali lipat dalam satu hari.

Gempa vulkanik mengindikasikan proses peretakan batuan di dalam tubuh gunungapi akibat tekanan magma ke permukaan.

Antisipasi pemerintah Kurang satu hari semenjak status Gunung Colo menjadi "waspada", Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una.

Kepala BPBD Sulawesi Tengah Bartholomeus Tandigala mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan yang terjadi pada gunung yang terletak di Pulau Una-Una itu.

BPBD dan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una segera datang ke sekitar Gunung Colo yang berada di pulau terpisah dari ibu kota kabupaten itu.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar Gunung Colo untuk waspada sambil memperhatikan petunjuk dari petugas.

BPBD juga berencana membuat lokasi pengungsian apabila status Gunung Colo terus meningkat.

Selain itu, Pemkab Tojo Una-Una juga mempersiapkan antisipasi berupa jalur evakuasi, titik-titik keluar dari pulau, serta tempat pengungsian yang aman.

Kepala BPBD Kabupaten Tojo Una-Una Mohammad Ambia mengatakan secara fisik Gunung Colo tidak mengalami perubahan berarti sehingga tidak meresahkan masyarakat, dan hingga kini belum ada pengungsi yang meninggalkan Pulau Una-Una.

Dia mengatakan masyarakat Desa Wakai yang berada di sekitar Gunung Colo tetap beraktivitas seperti biasa, ada yang bertani, berkebun atau menjadi nelayan.

Namun, Ambia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat gempa vulkanik masih kerap terjadi meski kekuatannya lemah.

Tidak panik Meski aktivitas kegempaan Gunung Colo terus meningkat dengan kekuatan lemah, Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Bartholomeus Tandigala mengimbau masyarakat agar tidak panik.

Masyarakat diminta memperhatikan dan mengikuti petunjuk petugas yang terus mensosialisasikan langkah-langkah penyelematan apabila gunung api itu meletus.

Petugas keamanan yang tergabung dalam tim SAR gabungan juga beberapa kali melakukan latihan evakuasi di wilayah perairan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

Gunung Colo terakhir kali meletus pada 23 Juli 1983 dan tergolong lebih dahsyat dibanding letusan 83 tahun sebelumnya.

Gunung itu memuntahkan kepulan asap menguning setinggi hingga lima kilometer di langit Pulau Una-Una, aroma tajam belerang menyeruak ke seluruh penjuru.

Awan panas menghanguskan sebagaian besar wilayah pulau dan memusnahkan segala fauna di pulau tersebut. Lahar gunung api menggilas pemukiman warga yang dilewatinya. Bahkan, abu gunung api mencapai beberapa daerah hingga di Kalimantan Timur dan provinsi tetangga.

Letusan pada 1983 itu tidak menimbulkan korban jiwa. Penduduk berhasil dievakuasi ke pulau-pulau terdekat dengan menggunakan kapal laut.

Aktivitas Gunung Colo yang dahsyat dan dampaknya yang saat itu berlangsung sekitar enam bulan sebelum akhirnya dinyatakan normal, dan penduduknya secara bertahap kembali berdatangan. Dan kini, Pulau Una-Una yang dihuni sekitar delapan ribu jiwa kembali menggeliat.

Apabila Gunung Colo meletus, pemerintah berharap tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan karena gejala-gejalanya bisa diketahui.

Bahkan letusan gunung tersebut adalah salah satu bentuk keseimbangan alam yang wajar, layaknya kejadian alam lainnya. "Yang penting masyarakat dan petugas sudah siap waspada," ujar Bartholomeus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gunung Raung Keluarkan Suara Dentuman Keras

Gunung Raung Keluarkan Suara Dentuman Keras

News | Senin, 29 Juni 2015 | 07:13 WIB

Hidup dalam Bencana, Warga Sinabung Belum Mau Direlokasi

Hidup dalam Bencana, Warga Sinabung Belum Mau Direlokasi

News | Minggu, 28 Juni 2015 | 01:17 WIB

Dampak Abu Sinabung

Dampak Abu Sinabung

Foto | Jum'at, 26 Juni 2015 | 18:00 WIB

Sinabung Terus Bergejolak

Sinabung Terus Bergejolak

Foto | Selasa, 23 Juni 2015 | 10:12 WIB

Terkini

DPR Sudah Kasih Restu, Kapan Kapal Induk Italia Resmi Jadi Milik Indonesia?

DPR Sudah Kasih Restu, Kapan Kapal Induk Italia Resmi Jadi Milik Indonesia?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:08 WIB

Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan

Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:00 WIB

Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik

Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:00 WIB

Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo

Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:54 WIB

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

×