Hidup dalam Bencana, Warga Sinabung Belum Mau Direlokasi

Ardi Mandiri

Minggu, 28 Juni 2015 | 01:17 WIB
Hidup dalam Bencana, Warga Sinabung Belum Mau Direlokasi
Lava pijar mengalir ketika terjadi guguran kubah lava Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, Selasa (16/6). (Antara)

Suara.com - Ketua Umum Ikatan Istri Karyawan/Karyawati (Ikawati) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Hanifah Ferry Mursyidan Baldan mengharapkan agar masyarakat di sekitar Gunung Sinabung mau direlokasi ke tempat yang lebih aman mengingat statusnya awas.

"Bapak dan ibu harus sudah siap pindah karena tidak bisa dihitung sampai kapan erupsi Gunung Sinabung akan berhenti. Ini sudah terjadi hampir lima tahun. Pesan Pak Menteri ATR, bahwa kita gak mungkin terus berada di sini," kata Hanifah saat meninjau dan memberikan bantuan kepada pengungsi Erupsi Gunung Sinabung di posko pengungsian di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (27/6/2015).

Saat ini, kata Hanifah dihadapan para pengungsi, Pemerintah Daerah, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang tengah mencari lahan yang memadai untuk para pengungsi Erupsi Gunung Sinabung.

"Pindah ke lokasi yang baru, buat peradaban baru. Saya yakin di tempat yang baru, warga akan hidup normal dan tenang dalam melakukan aktivitasnya," ujarnya.

Ia mengakui tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang enggan untuk direlokasi, namun perlu ada upaya persuasif dari Pemda setempat untuk meyakinkan kembali kepada masyarakat bahwa relokasi merupakan keputusan lebih ketimbang tetap bertahan di sekitar wilayah Gunung Sinabung.

Dalam kesempatan itu, Hanifah memberikan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi di lima titik posko pengungsian di sekitar Gunung Sinabung, antara lain, posko pengungsi Paroki Kabanjahe (pengungsi tiga Desa Pancur), Posko pengungsian KNPI (Gedung Serbaguna) Kabupaten Karo, pengungsian GPDI Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat dan posko pengungsi Jambur Tongkoh Berastagi.

Bantuan yang diberikan meliputi kasur atau matras sebanyak 600 unit, kopiah, mukenah dan sarung masing masing 400 buah, ratusan set pakaian sekolah SD, SMP, SMA, berikut buku sekolah dan juga bantuan logistik seperti biskuit, sarden dan mie instan.

"Dua minggu yang lalu saya kesini (pengungsian) dan selalu berpikir apa yang bisa kami berikan. Hari ini kami bersama-sama dengan teman-teman yang ikut membantu," kata Hanifah.

Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Gereja Katolik (Paroki) setempat yang sudah turut membantu para pengungsi.

"Saya juga sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan tempat. Saya salut karena sudah membantu selama beberapa tahun ini," ucap Hanifah.

Salah seorang warga yang berada di posko pengungsian GPDI Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, Agusina Boru Sitepu mengaku tidak mau direlokasi di tempat yang baru lantaran akan kehilangan mata pencaharian sebagai petani.

"Saya tidak mau direlokasi. Saya mau bertahan dulu disini. Bila kondisi Gunung Sinabung kembali normal, saya akan kembali ke rumah untuk bercocok tanah," katanya.

Dirinya tidak mau begitu saja meninggalkan lahannya dengan luas sekitar 1,5 hektare. Terlebih, belum ada kepastian dari pemerintah apakah tempat yang akan ditempatinya itu nantinya memiliki tempat tinggal dan lahan yang memadai.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Saberina Mars, menjelaskan, pascaerupsi pihaknya terus mencari tempat lokasi pengungsian tambahan mengingat jumlah pengungsi terus bertambah.

Saat ini, lanjut dia, jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung mencapai 3.127 Kepala Keluarga (KK) dengan pengungsi mencapai total 10.505 jiwa. Seluruh pengungsi juga sudah tersebar di beberapa titik.

"Jumlah pengungsi sudah lebih dari 10ribu jiwa. Tersebar di beberapa titik dan terus bertambah setelah Sinabung kembali erupsi," kata Saberina.

Menurut dia, pengungsi Gunung Sinabung masih membutuhkan bantuan logistik dan bahan makanan ringan, terutama logistik untuk menu berbuka puasa bagi pengungsi yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Kalau bantuan berupa obat-obatan, sejauh ini sudah cukup. Saat ini, mereka (pengungsi) masih membutuhkan bantuan logistik," kata Sabrina.

Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, saat ini masih terus terlihat beterbangan dengan kencang dan menutupi sebagian wilayah Kabupaten Karo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dampak Abu Sinabung

Dampak Abu Sinabung

Foto | Jum'at, 26 Juni 2015 | 18:00 WIB

Sinabung Terus Bergejolak

Sinabung Terus Bergejolak

Foto | Selasa, 23 Juni 2015 | 10:12 WIB

10 Ribu Orang Mengungsi Hindari Amuk Sinabung

10 Ribu Orang Mengungsi Hindari Amuk Sinabung

News | Jum'at, 19 Juni 2015 | 15:41 WIB

Atap Rumah dan Mobil Warga Medan Tertutup Abu Sinabung

Atap Rumah dan Mobil Warga Medan Tertutup Abu Sinabung

News | Rabu, 17 Juni 2015 | 11:30 WIB

Terkini

17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:42 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar

4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik

Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV

Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:26 WIB

IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA

IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James

Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:04 WIB

×