Hara Raya Idul Fitri sangat identik dengan mudik. Mudik pun bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai moda transportasi mulai dari pesawat terbang, kereta api, mobil hingga sepeda motor.
Berikut adalah tips bermudik dengan menggunakan sepeda motor menurut Deputy Managing Director 2W, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), Endro Nugroho.
"Harus ada persiapan matang untuk mudik dengan sepeda motor," katanya di Jakarta, Senin (6/7/2015).
Pertama adalah persiapan perlengkapan berkendara mulai dari riding gear dan perlengkapan keselamatan berkendara baik pengendara maupun penumpang.
Persiapan dokumen sepeda motor dan surat izin mengemudi pun juga harus lengkap. Kelengkapan ini juga memperlihatkan kemampuan atau skill berkendara.
"Perlengkapan tersebut mulai dari helm, sarung tangan, jaket. Lebih kalau lengkap penggunaan riding gearnya," katanya.
Kedua, kondisi pengendara. Dia menyebutkan jika pengendara tidak sehat, berkendara pun jadi tidak fokus dan membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
"Kalau sedang tidak sehat. Lebih baik tidak mudik," katanya.
Selanjutnya adalah kondisi sepeda motor. Sebelum melakukan perjalanan, pemudik harus memeriksakan kendaraannya ke bengkel resmi agar pemeriksaan bisa menyeluruh.
"Kondisi kendaraan haru dipersiapkan dengan baik," katanya.
Setiap pengendara juga harus mematuhi peraturan lalu lintas, termasuk dalam beban yang diangkut kendaraan.
"Jangan memaksa sendiri. Misalnya beban yang diangkut melebihi ketentuan kendaraan," katanya.
Terakhir adalah, memilih jalur yang akan dilewati. Hal ini diperlukan agar bisa memprediksi durasi perjalanan serta pos-pos siaga yang ada disepanjang jalur serta tempat istirahat.
"Karena sesuai peraturan, mudik dengan motor itu di Pulau Jawa itu minimal mendapat 8 kali istirahat. Tapi lebih baik jangan mudik dengan sepeda motor," katanya.