Capim KPK Kecapean Gara-gara Bikin Makalah Pakai Tulisan Tangan

Siswanto, Nikolaus Tolen

Rabu, 08 Juli 2015 | 17:46 WIB
Capim KPK Kecapean Gara-gara Bikin Makalah Pakai Tulisan Tangan
Calon pimpinan KPK mengikuti tes tertulis dan pembuatan makalah. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Dalam seleksi tahap kedua di gedung Pusat Pendidikan dan Latihan Sekretariat Negara, Jalan Gaharu Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015), sebanyak 189 calon pimpinan KPK dihadapkan pada dua model tes. Pertama berupa tes obyektif dan kedua tes menyusun makalah dengan tulisan tangan.

Tes model pertama, peserta menyelesaikannya tepat waktu, bahkan sebagian sebelum waktu habis, mereka sudah selesai. Mereka cenderung santai pada tahapan ini.

Namun pada model kedua, sebagian peserta mengaku kelelahan. Mereka mesti mencurahkan pikiran tentang pemberantasan korupsi ke makalah sebanyak maksimal 10 halaman dalam bentuk tulisan tangan.

Salah satu kandidat, Hesti Armiwulan Sochma, mengakui tes kedua lebih capek, apalagi dia sangat jarang memakai alat tulis tangan.

"Jawabnya normatif saja, waktu cukup tiga jam, cuma tidak biasa nulis tangan. Nulis tangan biasanya untuk bikin konsep atau bikin draft, itu yang mengganggu. Jadi sedikit banyak coretan. Selain itu karena harus cepat tidak mungkin bagus tulisannya," kata Hesti.

Perempuan yang mengaku sangat concern dengan masalah Hak Asasi Manusia tersebut mengatakan motivasi ingin memimpin KPK antara lain ingin menyelesaikan masalah korupsi secara keseluruhan di Indonesia. Apabila korupsi tidak terselesaikan, penyelesaian masalah HAM menjadi sulit.

"Domain saya di HAM, saya selama ini concern di pendidikan. Melihat bahwa jika korupsi tidak dilakukan komprehensif nanti korupsinya membahayakan HAM, HAM tidak bisa terlindungi kalau praktik korupsi itu tetap ada," kata mantan Komisioner Komnas HAM.

Hesti mengaku tidak takut dengan kriminalisasi oleh pihak yang tersinggung.

"Pemberantasan korupsi menjadi salah satu yang harus dipikirkan. Dengan kewenangan yang dimiliki tentu berisiko, tapi ide itu sudah ada. Sebelumnya di Komnas HAM juga ada upaya-upaya kriminalisasi, sudah biasa, mindset sudah ada," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ikut Seleksi Capim KPK, Ahmad Yani Tak Tanggapi Dukungan SDA

Ikut Seleksi Capim KPK, Ahmad Yani Tak Tanggapi Dukungan SDA

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 15:48 WIB

Tes Makalah Berat, Jimly Tak Yakin Lolos Seleksi Capim KPK

Tes Makalah Berat, Jimly Tak Yakin Lolos Seleksi Capim KPK

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 15:18 WIB

Jadi Capim KPK, Ahmad Yani: Terima Kasih Untuk Penolakan ICW

Jadi Capim KPK, Ahmad Yani: Terima Kasih Untuk Penolakan ICW

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 14:25 WIB

Capim KPK Ini Pede Ada Perempuan yang Lolos Jadi Pimpinan KPK

Capim KPK Ini Pede Ada Perempuan yang Lolos Jadi Pimpinan KPK

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 13:36 WIB

Tes Tertulis Calon Pimpinan KPK

Tes Tertulis Calon Pimpinan KPK

Foto | Rabu, 08 Juli 2015 | 13:25 WIB

Terkini

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami

Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas

Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim

Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:25 WIB

4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!

4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:21 WIB

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%

Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

×