Warna-warni Jelang Lebaran, Janur Ketupat dan Daging Busuk Marak

Siswanto | Suara.com

Selasa, 14 Juli 2015 | 14:55 WIB
Warna-warni Jelang Lebaran, Janur Ketupat dan Daging Busuk Marak
Ilustrasi daging beku. (Shutterstock)

Suara.com - Mendekati Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, pedagang musiman yang menjual janur ketupat atau daun kelapa muda mulai marak di pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah. Sebagian besar pedagang berasal dari wilayah Salatiga dan Klaten. Mereka memanfaatkan momen Lebaran tersebut untuk mengais rizki.

Seorang pedagang janur asal Salatiga, Agus mengatakan, sudah tiga tahun berjualan janur ketupat. Untuk menjajakan janur ketupatnya tersebut, Agus memilih lokasi di Pasar Legi. Sebab, pasar tradisional ini dikenal sebagai pasar induk kebutuhan pokok di Solo.

Sehingga banyak pembeli dari berbagai wilayah yang menyerbu kebutuhan pokok di pasar tersebut.

"Saya dari Salatiga habis isya' dan tidur di pasar. Sudah tiga tahun ini saya berjualan janur ketupat. Soalnya juga sudah tradisi tahunan," kata Agus ketika ditemui Suara.com di sela-sela menjajakan janur ketupat di kawasan Jalan Letjen Suparman Pasar Legi, Selasa (14/7/2015) pagi.

Janur ketupat yang dia jual langsung dipetik dari kebun kelapa miliknya daerah Kopeng, Salatiga. Karena lebih menguntungkan ketimbang membeli janur ketupat dari pengepul. Sekali berjualan, Agus bisa membawa 40 bongkok janur ketupat.

Satu bongkok janur ketupat berisi antara 100-150 lembar dijual dengan harga Rp130-Rp150 ribu. Bahkan, setiap kali berjualan Agus bisa meraup keuntungan sampai jutaan rupiah.

"Selain di Solo, janur ketupat ini juga saya jual di wilayah Semarang. Tetapi paling banyak dijual di Solo. Puncak penjualan biasanya H-2 Lebaran."

Pedagang lain, Agus Sri Widodo mengaku baru pertama kali menjual janur ketupat Lebaran. Ia membeli dari pengepul dengan harga Rp130 ribu kemudian dijual lagi ke pembeli Rp150 ribu per bongkok.

Meski hanya untung sedikit, warga asli Klaten ini mengaku bersyukur keuntungannya tersebut dapat digunakan untuk tambahan penghasilan.

"Biasanya saya membeli dari pengepul 16 bongkok. Kemudian saya jual lagi di Solo dan Klaten. Hasilnya lumayan bisa untuk tambahan kebutuhan di keluarga," papar Sri.

Awas, Daging Tak Layak Konsumsi Masih Beredar Bebas

Sejumlah daging tak layak konsumsi kembali ditemukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dalam inspeksi mendadak di beberapa pasar tradisional di Solo, hari ini.

Pantauan Suara.com, sidak dilakukan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Peternakan Solo, Dinas Pengelolaan Pasar dan Kepolisian. Selama sidak berlangsung, petugas berhasil menyita 2,5 kilogram daging paru-paru yang mengandung antrakosis atau penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh debu batubara.

“Ditemukan daging paru-paru yang mengandung antrakosis dan tidak layak konsumsi di Pasar Legi. Karena dagingnya berwarna kehitaman langsung kita sita,” terang Kepala Seksi Produk Hewani Bidang Masyarakat Veteriner Disnakan Jawa Tengah, Hermawan Setiadi.

Selain itu, sidak dengan membagi dua tim tersebut juga menemukan sejumlah daging ayam rusak dan diduga diberikan bahan pengawet. Meski demikian, pihaknya menjamin dari pedagang daging di beberapa pasar tradisional yang disidak daging yang dijual aman dikonsumsi.

“Hanya beberapa pedagang saja yang menjual daging tak layak konsumsi. Tapi sebagian besar aman dan tadi pedagang juga membawa surat resmi dari Dispertan,” katanya.

Daging yang mengandung antrakosis tersebut selanjutnya akan dimusnahkan dengan cara dibakar di ruang crematorium milik Dispertan Solo. Sementara pedagang yang masih nekat menjual daging tak layak konsumsi diberikan pembinaan.

“Sidak ini kita lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat menjelang Lebaran. Di Pasar Nusukan, Legi, Harjodaksino, Sidodadi Kleco, dan tempat penampungan daging di Jagalan, Jebres. Biasanya mendekati Lebaran banyak pedagang nakal untuk mencari keuntungan dengan menjual daging tak layak konsumsi,” tambah Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Solo, Bagus Sarwoko.

Sementara salah seorang pedagang daging yang terkena razia, Tuti mengatakan, daging sapi yang dijualnya berasal dari wilayah Boyolali. Ia tidak tahu jika ada petugas yang akan melakukan razia daging yang dijualnya.

“Daging paru-paru disita petugas katanya terkena penyakit antrakosis,” kata warga Boyolali. (Labib Zamani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Kantor Polisi Se-Indonesia Gelar Pasukan Amankan Mudik

Hari Ini Kantor Polisi Se-Indonesia Gelar Pasukan Amankan Mudik

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 10:58 WIB

Cegah Harga Sembako Mahal, Jakarta Operasi Pasar Selama 15 Hari

Cegah Harga Sembako Mahal, Jakarta Operasi Pasar Selama 15 Hari

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 13:01 WIB

Harga Murah Operasi Pasar Lebaran di DKI, Belinya Pakai E-Money

Harga Murah Operasi Pasar Lebaran di DKI, Belinya Pakai E-Money

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 11:46 WIB

Amankan Lebaran, Kapolda Izinkan Polisi Tembak Kepala Penjahat

Amankan Lebaran, Kapolda Izinkan Polisi Tembak Kepala Penjahat

News | Senin, 29 Juni 2015 | 16:31 WIB

Mudik Lebaran, Jakarta Operasikan 12 Terminal Bus

Mudik Lebaran, Jakarta Operasikan 12 Terminal Bus

News | Senin, 29 Juni 2015 | 16:23 WIB

Terkini

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:35 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:18 WIB

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB