Ini Respons Kapolri atas Petisi Pencopotan Budi Waseso

Arsito Hidayatullah, Erick Tanjung

Rabu, 22 Juli 2015 | 19:52 WIB
Ini Respons Kapolri atas Petisi Pencopotan Budi Waseso
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. (Suara.com/ Oke Atmadja)

Suara.com - Gerakan petisi desakan terhadap Presiden Joko Widodo untuk mencopot Komjen Pol Budi Waseso sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri semakin besar melalui internet. Desakan itu diperkuat oleh Koalisi Reformasi Polri dari berbagai elemen masyarakat.

Terkait desakan itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tak mempermasalahkan petisi tersebut. ‎Namun, dia mengaku punya mekanisme internal tersendiri dalam mengganti pejabat jajaran pejabat utama Mabes Polri.

"Ya silahkan saja, sah saja membuat Petisi. Tapi di Polri ada mekanismenya. Kami bukan LSM, kami lembaga negara yang memiliki mekanisme," kata Badrodin di Kejaksaan Agung, Rabu (22/7/2015).

‎Sebelumnya, Koalisi Untuk Reformasi Polri mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Budi Waseso dan ‎mereformasi kepolisian Republik Indonesia.‎ Mereka menilai kinerja Budi Waseso tidak ada kemajuan sebagai Kabareskrim, kasus yang ditangani hanya perkara "ecek-ecek".

"Untuk mereformasi Polri dari dalam sangat sulit, harus direformasi dari luar. Itu karena orang intelektualnya kurang, terbukti dari saat ini tidak ada anggota Polri yang menulis opini, berbeda dengan TNI yang intelektual atau orang pintarnya banyak," kata Direktur Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuty‎ di Gedung PP Muhammadiyah Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu siang.

Kekecewaan para aktivis anti korupsi semakin mendalam ketika Kapolri, Jenderal Badroodin Haiti tidak memberikan teguran dan malah mendukung upaya Budi Waseso. Tidak hanya itu, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) yang seharusnya mengawasi kinerja Kabareskrim malah juga mendukung Budi Waseso yang dinilai sudah tepat.

"Sungguh disayangkan juga bahwa Irwsum juga memberikan dukungan kepada Buwas, padahal Ombudsmen sebagai sebuah lembaga yang kalau dilihat kedudukannya di atas Polri harus dipatuhi oleh Polri, malah dicuekin, kemudian malah juga mensomasi Komisioner Komnas HAM," katanya.

Atas dasar itu, Ray meminta Presiden untuk segera membentuk tim tersendiri untuk mereformasi Polri, dimana didalamnya harus dipimpin langsung oleh Presiden sendiri. Pasalnya, Lembaga yang lahir dari rahim demokrasi tersebut sudah mulai mencerminkan rezim Orde Baru lagi dalam menjalankan penegakan hukummnya. Kabareskrim yang seharusnya menjadi pembantu Kapolri dalam rangka pengawasan malah turun langsung untuk menangani perkara secara langsung.

"Selain mendesak copot, presiden segera melakukan reformasi Polri. Segera membentuk badan independen reformasi Polri untuk mendororong perbaikan. Kita tentu berharap, Jokowi bisa memimpin langsung, jangan sampai harapan kita akan kebersihan Jokowi bisa memberantas korupsi,  malah justru pada faktanya era Jokowi menjadi era kegelapan pemberantasan korupsi," tutup Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituding Musuh Reformasi, Budi Waseso Pantas Dicopot

Dituding Musuh Reformasi, Budi Waseso Pantas Dicopot

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 13:32 WIB

Komisioner KY Dijadikan TSK, Kapolri: Tindakan Budi Waseso Tepat

Komisioner KY Dijadikan TSK, Kapolri: Tindakan Budi Waseso Tepat

News | Jum'at, 17 Juli 2015 | 14:12 WIB

Terkini

Sunscreen Wardah SPF 35 Harganya Berapa? Ini Varian, Manfaat, dan Review Pengguna

Sunscreen Wardah SPF 35 Harganya Berapa? Ini Varian, Manfaat, dan Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:15 WIB

Jaga Pasokan BBM, Elnusa Petrofin Kerahkan 711 Personel di Medan

Jaga Pasokan BBM, Elnusa Petrofin Kerahkan 711 Personel di Medan

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:10 WIB

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:07 WIB

Walikota Zohran Mamdani Mau Tangkap dan Penjarakan Benjamin Netanyahu saat Injak Kaki di New York

Walikota Zohran Mamdani Mau Tangkap dan Penjarakan Benjamin Netanyahu saat Injak Kaki di New York

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:07 WIB

5 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat Berpegangan pada Rompong Nelayan

5 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat Berpegangan pada Rompong Nelayan

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:00 WIB

Bisnis Manufaktur Terus Lakujan Ekspansi, Buruh Masih Tetap Bekerja

Bisnis Manufaktur Terus Lakujan Ekspansi, Buruh Masih Tetap Bekerja

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:59 WIB

Tuas Persneling Mobil Manual Mendadak Seret? Jangan Dipaksa, Kenali Penyebab dan Solusi Mudahnya!

Tuas Persneling Mobil Manual Mendadak Seret? Jangan Dipaksa, Kenali Penyebab dan Solusi Mudahnya!

Otomotif | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:52 WIB

Pulang Main Futsal, Pria di Koja Dibegal: Kepala dan Kaki Luka Parah

Pulang Main Futsal, Pria di Koja Dibegal: Kepala dan Kaki Luka Parah

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:45 WIB

Psikologi Tren Blind Box: Kita Beli Mainannya atau Rasa Penasarannya?

Psikologi Tren Blind Box: Kita Beli Mainannya atau Rasa Penasarannya?

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:45 WIB

DPR Kritik 'ASN Tak Kerja', Netizen Kuliti Jejaknya: Diduga Pakai Ijazah Palsu

DPR Kritik 'ASN Tak Kerja', Netizen Kuliti Jejaknya: Diduga Pakai Ijazah Palsu

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:43 WIB

×