KPK: Eks Napi Ikut Pilkada Hancurkan Reputasi Calon Lain

Siswanto, Nikolaus Tolen

Selasa, 04 Agustus 2015 | 17:36 WIB
KPK: Eks Napi Ikut Pilkada Hancurkan Reputasi Calon Lain
Johan Budi (Antara).
Pimpinan sementara KPK Johan Budi S. P. menilai tidak etis bekas narapidana kasus korupsi tetap diusung partai politik untuk mengikuti pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015.

"Domain ada di KPU sepanjang nggak ada aturannya boleh-boleh aja. Tapi dari sisi etis, seorang napi pernah dipidana karena kedudukannya sebagai kepala daerah ketika di-running lagi justru menang, ini kan nggak etis, menurut saya. Secara aturan tanya KPUD," kata Johan Budi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).

Selain tak etis, kata Johan, keikutsertaan bekas napi akan mengubah pandangan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi.

"Pernah survei, money politic dianggap wajar. Ini ada perubahan mindset yang tidak positif pada perkembangan pemberantasan korupsi. Kesadaran diri yang kurang karena sekarang pejabat korupsi yang maju di pilkada tidak malu untuk berkampanye, bahkan memasang baliho," Kata Johan.

Itu sebabnya, Johan mengimbau masyarakat agar cerdas dan menggunakan hati nurani ketika memilih calon kepala daerah.

"Bisa jadi orang dipilih karena berapa besar uang diserahkan, barapa besar uang kampanye yang dikeluarkan. ini menjadi worry karena perubahan mindset masyarakat yang begitu besar. Ini tugas kita bersama untuk kampanyekan nilai-nilai integritas dan anti korupsi," katanya.

Pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota telah dilaksanakan di sembilan provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten pada tanggal 26 – 28 Juli 2015. Namun karena masih ada 13 daerah yang pasangan calon mendaftar kurang dari dua pasangan calon, KPU melakukan perpanjangan masa pendaftaran yang dilaksanakan tanggal 1 – 3 Agustus 2015.

Sampai dengan akhir masa perpanjangan pada pukul 16.00 WIB, dari 13 daerah yang membuka pendaftaran kembali tersebut, terdapat lima daerah yang telah menerima pendaftaran pasangan calon masing-masing satu pasangan calon, yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Asahan, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Minahasa Selatan, serta sebanyak tiga pasangan calon yaitu di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Dengan demikian terdapat tujuh daerah yang pasangan calonnya masih kurang dari dua pasangan calon.

Jadi, selain masalah napi ikut pilkada, masalah calon tunggal juga menjadi problem serius pilkada serentak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polda Metro Jaya Siap Tangkal Perusuh di Pilkada Serentak

Polda Metro Jaya Siap Tangkal Perusuh di Pilkada Serentak

News | Selasa, 04 Agustus 2015 | 15:55 WIB

Bahas Calon Kepala Daerah Tunggal, Jokowi Ketemu KPU Sore Ini

Bahas Calon Kepala Daerah Tunggal, Jokowi Ketemu KPU Sore Ini

News | Selasa, 04 Agustus 2015 | 15:04 WIB

Jusuf Kalla: Pemerintah Masih Bahas Perppu Calon Tunggal

Jusuf Kalla: Pemerintah Masih Bahas Perppu Calon Tunggal

News | Selasa, 04 Agustus 2015 | 19:05 WIB

Pimpinan DPR Segera Temui Jokowi Bahas Calon Tunggal

Pimpinan DPR Segera Temui Jokowi Bahas Calon Tunggal

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 13:54 WIB

Usai Polda Metro, Giliran Mabes Polri Latihan Amankan Pilkada

Usai Polda Metro, Giliran Mabes Polri Latihan Amankan Pilkada

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 12:52 WIB

Terkini

Gandeng Produser Peraih Grammy, Psychic Fever Siap Lepas Landas Lewat Album Different

Gandeng Produser Peraih Grammy, Psychic Fever Siap Lepas Landas Lewat Album Different

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Dulunya Dapur, Ruko yang Meledak di Pasar Cimanggis Jadi Tempat Suplai Buah MBG

Dulunya Dapur, Ruko yang Meledak di Pasar Cimanggis Jadi Tempat Suplai Buah MBG

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kulit Berminyak dan Kusam? Ini 4 Rekomendasi Sunscreen Anti-Lengket Bikin Auto Glowing!

Kulit Berminyak dan Kusam? Ini 4 Rekomendasi Sunscreen Anti-Lengket Bikin Auto Glowing!

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda

Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:43 WIB

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar Sebagai Direktur Utama PLN

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar Sebagai Direktur Utama PLN

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Dipanggil KPK Terkait Korupsi ATR/BPN, Nusron Wahid Belum Tampak hingga Siang Ini

Dipanggil KPK Terkait Korupsi ATR/BPN, Nusron Wahid Belum Tampak hingga Siang Ini

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Survei SMRC Ungkap Potret Kapabilitas Tokoh Menuju 2029: Mahfud MD Teratas, Skor Prabowo di Bawah 6

Survei SMRC Ungkap Potret Kapabilitas Tokoh Menuju 2029: Mahfud MD Teratas, Skor Prabowo di Bawah 6

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:37 WIB

6 Cara Membedakan Pensil Alis Viva Asli dan Palsu, Cek Warna hingga Kode Produk

6 Cara Membedakan Pensil Alis Viva Asli dan Palsu, Cek Warna hingga Kode Produk

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Bukan Sekadar Tarik Tunai, Agen BRILink Ikut Jadi Ujung Tombak Melek Keamanan Transaksi

Bukan Sekadar Tarik Tunai, Agen BRILink Ikut Jadi Ujung Tombak Melek Keamanan Transaksi

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:34 WIB

UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan

UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:31 WIB

×